Date:

    Share:

    TUHANKU NAHKODAKU

    Related Articles

    Suatu ketika, Jesly sedang menikmati senja dalam perahu keselamatannya yang sedang berlabuh.  Dia lihat Tuhan di ruang pengemudi.  Dia menatapnya dan Tuhan berkata, “Lepaskanlah tambatan tali itu dan biarkan aku membawamu ke seberang, sebab bukan rancanganKu engkau tertambat di sini.”

    Dengan gelisah dan khawatir, Jesly menjawab, “Tuhan, bukankah lebih baik aku tetap disini?  Aku tidak akan melihat topan dan badai, dan aku dapat kembali ke darat kapan pun aku mau.”  Dengan lembut, Dia memegang tangannya, menatap matanya dan berkata, “Jika tidak mengalami topan dan badai, engkau tidak akan pernah melihat bagaimana Aku mengatasi semua itu.  Engkau juga tidak akan pernah melihat bahwa Aku berkuasa atas semua itu.”

    Dalam pergumulannya, dia memandangi tali yang mengikat perahu.  Di tali itu, dia merasa ada rasa  khawatir akan keuangan, pekerjaan, kehidupan dan masa depannya.  Dalam hatinya dia bertanya, “Tuhukah dia hal yang aku inginkan?  Mengertikah dia hal yang aku rindukan?”  Tuhan memeluknya dan berkata lembut, “Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapatkan.”

    “Tapi maukah kau percaya bahwa rancanganKu adalah rancangan damai sejahtera, dan masa depanmu adalah masa depan yang penuh harapan?”  Dia memeluk dan menangis bersama dia.  Lalu, dengan berat hati, Jesly melepaskan tali perahunya.  Jesly lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatinya.  Jesly menyerahkan semua masa depannya di tanganNya, dia tidak tahu bagaimana nanti masa depannya, tetapi percaya bahwa dia sudah ada disana.  Sambil menangis, dia menatapNya dan berkata, “Jadilah nahkoda dalam hidupku dan marilah kita berlayar bersama.”

    Inspirasi

    Untuk Direnungkan :  Saat Anda melihat perahu hidup anda saat ini, siapakah yang sebenarnya memegang kemudi, anda atau Yesus?  Jika Anda sudah menyerahkan kemudi kepadas Yesus, pernahkah Anda merasa khawatir bahwa badai akan menenggelamkan perahu Anda?  Jika anda belum melepaskan kemudi kepada Yesus, apa yang menjadi penghambat?  Mengapa tidak mencoba melepaskan rantai perahu dari belenggu masa lalu yang mengganggu?

    Untuk Dilakukan“Datanglah nahkoda mendapatkannya sambil berkata : Bagaimana mungkin engkau tidur nyenyak?  Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”  Yunus 1 : 6

     Terlalu sering kita mengandalkan mata kita untuk melihat lautan di depan dan tangan kita untuk memutar tuas kemudi tanpa menyadari bahwa selimut kabut bisa membutakan mata kita dan angin malam bisa melunglaikan tangan kita.  Jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam mengahadapi  badai kehidupan, jangan merasa kuat ketika menghadapi topan kehidupan dan jangan merasa mampu mengalahkan cobaan kehidupan.  Ketika kita merasa bisa saat itu kita lemah dipemandangan Tuhan.  Seringkali kita mengadalkan kejagoan kita, kekayaan kita, posisi kita bahkan pendidikan dan pengalaman kita, tetapi ketika itu semua yang ditinggikan, saat itu kita mengalami kegagalan.  Hanya dengan bersandar kepada lengan Tuhan kita pasti aman dan selamat.   Saudaraku andalkan Tuhan dan serahkan kepadanya semua beban niscaya kita aman dan selamat sampai tujuan.  “Selamat dilengan Yesus”

    Oleh : Bredly Sampouw

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles