Date:

    Share:

    TANDA-TANDA PELAYAN YANG SETIA

    Related Articles

    Sekarang ini adalah saatnya diadakan pemilihan pegawai jemaat. Di banyak jemaat, para calon panitia istimewa dan panitia pemilih mulai memikirkan siapa-siapa figure yang tepat untuk melayani pada tugas tertentu di jemaat. Mskipun stiap tahun atau setiap dua tahun diadakan pemilihan pegawai jemaat, namun selalu saja ada pertanyaan, “siapa saja yang layak atau pantas untuk melayani tugas trtntu terlebih sebagai ketua jemaat”. Dalam komunitas milling list Advent Indonesia, salah satu pimpinan BAIT Ministry, Yoshen Danun bahkan melemparkan sebuah perenungan dengan judul “Layakkah Saya Menjadi Pegawai Jemaat ?”

    Ada begitu banyak contoh dalam Alkitab tentang seorang yang memiliki tuan/boss dan telah menjadi pelayan/hamba yang setia dalam pelayanannya. Salah satunya ditulis dalam Kejadian 24:1-14:
    “Lalu berkatalah ia: “TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. (Kejadian 24:1-14)

    Ini adalah salah satu cerita tentang cinta yang paling indah didalam Alkitab. Ini juga adalah salah satu cerita yang terbaik dari penatalayanan di dalam Alkitab. Eliezer adalah seorang contoh yang luar biasa tentang seorang pelayan berdedikasi yang mengatur urusan-urusan yang lain. Sebaiknya kita membaca dulu kisahnya langsung dari Alkitab. Bila sudah maka kita dapat ciri-ciri dari seorang pelayan yang setia.

    1. Seseorang Yang Berdoa
    A. Dibebankan dengan tugas yang serius untuk mencari seorang istri bagi anak tuannya, Isak, dia berdoa dengan sungguh-sungguh mengenai hal itu, mencari diatas segala sesuatu bimbingan dari Allah. Ide keberhasilannya adalah sederhana, kehendak Allah sebagai suatu kebaikan bagi tuannya. Perjalanannya bukanlah suatu perjalanan yang egois; dia melakukan urusan tuannya. Doa-doanya bukanlah ritual-ritual yang kosong; dia berdoa dari hatinya (ayat 45).
    B. Eliezer percaya pada seorang Allah yang menjawab doa. Mungkin, dia telah mempelajarinya dari tuannya, Abraham, yang adalah seseorang yang hidup dalam hubungan yang konstan dengan Allah.

    2. Seseorang Yang Tekun
    A. Di dalam rumah Betuel dia menolak untuk makan sampai dia telah menyelesaikan urusannya untuk Abraham (ayat 33). Dahulukanlah yang pertama! Pelayan yang setia ini tidak akan melenceng dari prioritas-prioritasnya. Dia bertekun. Ketekunannya ditunjukkan, juga, dalam cara dia menghadapi tekanan untuk tinggal de ngan keluarga Betuel selama sepuluh hari.
    B. Dia tidak melihat alasan yang baik untuk tinggal, meskipun dia akan mendapatkan banyak hak istimewa dan kesenangan sebagai seorang tamu yang disambut. Allah telah menjawab doanya, memberkati misinya, dan dia ingin sekali untuk sampai dirumah dan melapor pada tuannya.

    3. Seseorang Yang Pandai Membujuk/Meyakinkan
    A. Betuel dan Laban segera menyetujui permohonan Eliezer, dengan menyadari bahwa Allah bersama-sama dengan pelayan yang setia ini. Dari apa yang kita selanjutnya pelajari tentang Laban, dia adalah seseorang yang tidak mudah untuk diyakinkan. Hanyalah pada saat mereka mengakui, Ini berasal dari Allah (ayat 50), barulah Eliezer mempersembahkan pemberian-pemberian yang mahal dari Abraham.
    B. Pemberian-pemberian itu bukanlah sogokan untuk membujuk mereka tetapi ungkapan terima kasih bagi mereka yang sudah dibujuk. Seseorang telah berkata, “Dunia melangkah ke samping untuk membiarkan lewat seseorang yang tahu kemana dia pergi.” Orang-orang yang mempunyai tujuan, visi, dan iman adalah meyakinkan.

    Penatalayanan Eliezer memberikan dia suatu tempat yang lebih penting dari perkawinan yang bahagia satu ini. Dari Abraham, melalui Isak, akan datang orang-orang Israel, dan melalui mereka akan datang Mesias, Juruselamat kita. Setiap pelayan yang setia mencapai lebih dari yang dia dapat ketahui pada waktu itu. Apakah tanda-tanda dari seorang pelayan yang setia, yang bersinar dengan sangat menyolok didalam Eliezer, ada juga dari kehidupanmu? Kesetiaan sungguh sangat diperlukan bagi semua umat Tuhan. “Setia” mengartikan “Cinta.” Pada perhitungan terakhir Si Tuan itu, yang adalah Yesus Kristus, tidak akan menanyakan yang lain selain: “Setiakah (cintakah) engkau padaKu.” Bila jawabannya “ya” maka kita akan mendengarkan “sabaslah hambaKu yang Setiawan, masuklah kedalam kesukaan Bapamu.”

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles