Date:

    Share:

    TALI PENGUKUR

    Related Articles

    Di tengah-tengah banyak ketidak pastian sekarang ini, ditengah-tengah berbagai tantangan yang sedang dan akan kita hadapi sekarang ini, saya ingin kita semua membaca suatu ayat yang begitu menentramkan hati. Ayat yang saya maksudkan adalah Maz 16:9. Ayat 9 ini adalah bahagian dari Mazmur 16 yang merupakan suatu bahagian dalam buku mazmur yang disebut sebagai kitab miktam, yaitu satu kitab yang berisi syair-syair doa, yang sering diucapkan secara berulang-ulang, dan bersifat sakral.

    Dan ayat ini adalah sebuah ayat yang menunjukkan kegembiraan raja Daud :
    “… hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram.” Tetapi suatu hal perlu kita sadari dengan ayat ini adalah, ayat kegembiraan ini bukanlah ayat yang berdiri sendiri, tetapi merupakan salah satu ayat dari serangkaian ayat yang tidak dapat kita pisah-pisahkan. Jadi dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak anda untuk bersama saya memperhatikan beberapa ayat sebelumnya.

    Dalam ayat 1, mendahului :9 tadi, Raja Daud menyatakan suatu hal yang menjadi pengharapannya. “Jagalah aku, ya Allah, sebab kepadamu aku belindung.” Harapan untuk dijaga ini keluar dari mulut seorang raja, raja Israel! Harapan agar dijaga oleh Allah muncul dari seseorang yang sebagai seorang raja ia punya kuasa, dalam kesehariannya pastilah ia dikelilingi oleh suatu team keamanan yang khusus.

    Dunia ini bukanlah tempat yang aman untuk berlindung. Itulah sebabnya dalam keseharian kita, kita perlu penjagaan, penjagaan atas harta kita dan juga penjagaan atas keluarga kita dan diri kita sendiri. Itu sebabnya kita sering menggunakan sistim keamanan di mobil kita, rumah kita dan lainnya. Orang-orang penting di dunia ini juga memiliki pasukan keamanan untuk menjaganya. Perdana menteri Indra Gandhi memiliki pengawal khusus untuk melindungi dirinya. Presiden Anwar Sadat juga memiliki pasukan khusus untuk melindungi dirinya. Namun ironisnya, kedua tokoh dunia ini justru melayang nyawanya di tangan penjaga-penjaga mereka sendiri.

    Walaupun Daud juga memiliki pengawal khusus untuk menjaga dirinya, karena dia adalah seorang raja, tetapi Daud menyadari bahwa dunia ini bukanlah tempat yang aman dan ia tidak dapat bergantung pada para penjaganya sehingga dia berkata “…sebab kepadamu aku berlindung.” Daud tahu hanya Allah sajalah yang dapat memberikan kepastian perlindungan baginya. Ia merasa aman di tangan Tuhan, karena ia tahu bahwa Allah menjaga tidak pernah lengah menjaga umatNya, Ia selalu menjaga umatNya sama seperti Ia menjaga biji mataNya sendiri.

    Mengadapi hari-hari di depan kita, kita banyak menhadapi ketidak pastian dan ada banyak resiko yang harus kita hadapi dalam setiap langkah hidup kita di depan. Namun, hari ini saya mau menyampaikan kesaksian raja Daud bahwa kita bisa memperoleh jaminan perlindungan secara pasti di dalam tangan Tuhan.

    Sebagaimana raja Daud katakan dalam ayat 2 “Aku berkata kepada Tuhan: Engkaulah tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau.” Manusia suka sekali kalau dapat warisan, bahkan kadang kita menemukan berita-berita dimana kakak beradi sampai berkelahi karena urusan warisan. Rupanya warisan ini penting sekali. Piala juga merupakan suatu hal yang penting, sampai-sampai orang mau berkorban, berusaha sedemikian rupa sampai bisa mendapatkan piala.

    Bagaimana dengan raja Daud, apakah yang begitu penting baginya, yang dianggapNya seperti warisan dan piala baginya. Mari kita lihat dalam ayat 5 “Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku, dan pialaku…” Bagi Daud, hal yang sangat penting dan terpenting bagiNya adalah Tuhan! Bagaimana dengan kita sekarang ini, apakah yang menjadi warisan dan piala kita, apakah yang menjadi hal yang sangat berharga bagi kita? Mobil kita kah?

    Lalu apa yang akan Tuhan berikan kepada orang yang begitu berharap dan mengistimewakan Tuhan seperti Daud? Ia akan memberikan tali buat kita, untuk kita gunakan sementara kita menanti kedatanganNya itu. Apa ? Tali ? Buat apa tali ?

    Dalam ayat 6 Daud melanjutkan kesaksiannya : “Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; milik pusakaku menyenangkan hatiku.”

    Ya, Tali pengukur ! Allah memberikan tali pengukur pada setiap orang yang menyerahkan hidupnya padaNya. Ketika bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, sebenarnya mereka juga telah diberi tali pengukur oleh Tuhan/ meteran. Tanah perjanjian ini sudah kuberikan kepada Israel, dan inilah tali pengukurnya/ inilah meterannya.

    Kadang karena kemalasan kita, kita Cuma suka berkat berkat-berkat ready to use. Ada orang Kristen yang sudah menerima tali pengukur itu, tetapi tidak mau mempergunakannya. Tali pengukur itu justru ia simpan. Ia ingin menerima jadinya saja. “Tuhan, saya mau terima jadinya saja. Kalau saya diberi 100 meter, ya saya terima, kalau saya terima 200 meter ya saya terima juga tapi tolong sudah lengkap dengan setifikat tanahnya yah. Saya tidak mau cape-cape ngukur lagi/ saya tidak mau cape-cape berusaha.”

    Tetapi Allah tidak selalu memberikan sertifikat tanah (berkat yang “terima jadi”), tetapi Allah memberikan tali pengukur (yang melambangkan kesanggupan-kesanggupan / kesempatan-kesempatan yang di berikan Tuhan) untuk mengukur / berusaha sendiri untuk membentuk berkat-berkat Tuhan yang sudah diberikanNya.

    Seseorang yang sedang berjalan dengan membawa payung disaat hujan. Bila payung itu ia gunakan maka ia akan terlindung dari hujan, tapi bila payung itu hanya ia pegang tanpa ia gunakan maka ia akan basah. Demikian pula dangan tali pengukur itu, itu harus digunakan barulah bisa dirasakan manfaatnya. Dengan tali pengukur, ini berarti Allah memberikan kepercayaan dan kepada kita untuk mengukur sendiri seberapa jauh kita mau menimba berkat-berkatNya. Ini berarti Allah memberikan kesempatan pada kita untuk mengukur berkat-berkat kita di wilayah pegunungan keluarga kita, di wilayah perbukitan pekerjaan kita, atau di wilayah ladang pendidikan kita. Di ladang pendidikan pun kita berkesempatan untuk mempertimbangkan dan memilih untuk mengukur di lokasi bidang business, bidang technology, bidang theology, bidang nursing, bidang bahasa atau bidang apa saja, yang penting kita harus mengukur/ mengusahakannya bukan hanya mau langsung terima Diploma.

    Selanjutnya dalam ayat 7, raja Daud mengatakan : “Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku,…” Oh rupanya sementara berusaha / menggunakan tali pengukurnya, Daud suka mendengar nasihat. Bukan mentang-mentang dia seorang raja lalu dia sudah tidak mau mendengar nasihat lagi. Dalam menggunakan tali pengukur yang Tuhan telah berikan/ dalam berusaha memanfaatkan semua modal/ talenta yang Tuhan untuk mendapatkan target-targetnya, raja Daud mendapatkan nasihat dalam menggunakan tali pengukurnya, dari Tuhan! Bukan main, walaupun ia adalah seorang raja, ia masih suka menerima nasihat! Hal ini mngingatkan kita bahwa kita juga perlu untuk bersikap open minded terutama terhadap nasihat-nasihat yang datangNya dari Tuhan.

    Lalu apa yang terjadi setelah raja Daud
    ⦁ menyerahkan hidupNya hanya pada Tuhan ?
    ⦁ dan berusaha menggunakan kemampuan-kemampuan yang Allah telah berikan padanya ?
    ⦁ serta dengan senang menerima nasihat ?

    Ayat 9 : “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram.” Beginilah cara Tuhan memberkati umatNya yang
    ⦁ menyerahkan hidupNya hanya pada Tuhan,
    ⦁ dan berusaha menggunakan kemampuan-kemampuan yang Allah telah berikan padanya,
    ⦁ serta dengan senang menerima nasihat,

    Allah memberkati umatNya secara berkelimpahan ! Yohanes 10:10 “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

    Jadi lengkaplah sudah berkat-berkat Tuhan bagi kita. Allah memberkati umatNya yang sepenuhnya berharap padaNya, dan yang berusaha / menggunakan tali pengukur / talenta yang Tuhan sudah berikan. Baik berkat di sorga maupun berkat sementara menunggu kedatanganNya yang kedua kali.

    Oleh : Pdt. Dr. Robert Walean

    Previous articleBERBAHAGIAKAH ANDA?
    Next articleDOA YANG LUAR BIASA

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles