Date:

    Share:

    SUDAHKAH KITA MELAKSANAKAN AMANAT AGUNG TUHAN KITA?

    Related Articles

    Tuhan Yesus sebelum terangkat ke sorga dalam Markus 16:15 memberikan amanat agung atau pesan terakhirnya kepada kita:  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!”

    Kita semua tentu rindu untuk melaksanakan amanat agung Tuhan kita dan pesan terakhir dari Juruselamat, Pencipta dan Raja kita itu. Tapi banyak yang akan kecewa dan merasa menyesal tak terhingga karena ketika ditanyakan oleh Tuhan kalau kita sudah melaksanakan perintah paling penting dan paling penghabisanNya sebelum Dia meninggalkan dunia ini dengan segenap jiwa raga kita, kita akan tertusuk jantung hati dan lambung kita dengan kejutan pahit bahwa kita belum berbuat itu.

    Saya telah melakukan pekerjaan sebagai evangelis sejak tahun 1962 sampai hari untuk 50 tahun lamanya. Tapi baru tahun yang terakhir ini yaitu sejak bulan Nopember tahun 2011 dan sekarang, bulan July 2012 saya merasakan betapa banyaknya kesempatan yang saya sudah lewatkan karena tidak melakukan apa yang diinstruksikan Panglima Besar Pasukan Tentera Langit, The Supreme Commander of The Host of Heaven!

    Apakah maksud Tuhan dengan perintahNya yang terakhir diatas? Apakah segala makhluk berarti kita harus berkhotbah juga kepada semua hewan ternak dan binatang peliharaan yang ada didunia ini?

    Kalau ada orang yang percaya begitu, saya yakin Tuhan tidak akan marah atau pun menertawakan kita. Bukankah Tuhan sendiri menggunakan seekor keledai untuk mempertobatkan nabi Bileam? Dan saya tahu beberapa kisah nyata yang hidup, true life stories, tentang bagaimana Tuhan sudah menggunakan binatang-binatang terutama sekali burung-burung untuk menyelamatkan manusia bila Dia tidak mempunyai manusia yang siap pada saat tertentu untuk menjengkau jiwa-jiwa yang ingin diselamatkanNya.
    Robert Fay adalah seorang binaragawan extra-ordinaire, yang boleh saya ambil sebagai contoh betapa Tuhan menggunakan bahkan angin untuk menjengkau seorang yang ingin diselamatkanNya.

    Pada pertengahan bulan Agustus tahun 2011, Robert Fay, seorang Buddhis, mantan juara angkat besi kelas 350 kg, keturunan Tionghoa kelahiran Australia, yang akibat cidera pada tangan kanannya, sehingga divonis oleh ahli bedahnya bahwa dia tidak akan pernah lagi bisa mengangkat segelas susu pun dengan tangan kanannya, ditinggalkan oleh isterinya yang pertama seorang warga dari Thailand. Kedua kalinya, isterinya seorang Filipina, telah meninggalkan dia dan kawin lagi dengan seorang pemuda sebangsanya. Malapetaka yang ketiga adalah dia ditipu mitra dagangnya seorang Malaysia, yang membujuk dia untuk menambahkan satu lagi apotik kepada toko obatnya yang sudah ada lima buah di Australia dengan mengambil kredit dari bank untuk membeli sebuah apotik dan menyimpan sebanyak mungkin obat-obatan dalam gudang-gudangnya mengantisipasi harga barang yang melonjak sesudah terjadi krisis moneter yang lalu. Mitra dagangnya telah minggat dengan uang kredit bank itu, dan dia harus menderita disita harta miliknya oleh bank itu.
    Dalam keadaan stress berat dan dipresi hebat, Robert yang percaya akan inkarnasi, mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya yang dia rasa sangat penuh kemalangan itu. Dia bertekad membunuh diri dengan jalan terjun dari Harbour Bridge di Sydney pada satu malam yang gelap. Tapi rupanya melihat kerinduan hati dan kejujurannya untuk mencari Tuhan yang belum dikenalnya, maka Dia telah disergap dan diselamatkan oleh seorang polisi yang tiba-tiba saja muncul di kegelapan malam itu.

    Robert dirawat di RS St. Vincent Hospital di Sydney dan setelah itu dia hidup sebagai seorang yang jembel dan hanya tidur di kaki lima, di taman kota, dan bak sampah pabrik pakaian yang berisi sisa-sisa kain. Dia mengais tong-tong sampah dimuka restoran atau toko buah-buahan untuk mengumpulkan buah-buahan yang sudah setengah busuk untuk dicuci , dipotong dan dimakan olehnya. Selain sampah buah-buahan itu, dia juga hanya sanggup membeli Weetbix atau sarapan pagi (cereal) yang terbuat dari gandum dan dilengkapi segala jenis nutrisi dan vitamin, keluaran pabrik makanan sehat kita, Sanitarium Healthfood Company yang bertempat di Kampus Avondale College, Australia.
    Selama dua tahun lebih dia hidup sebagai kere atau gepeng. Kemudian satu hari dia sedang berdiri di depan apartmen kumuh yang ditempatinya, dia melihat sebuah pamphlet yang diterbangkan angin dari apartmen lain yang terletak beberapa puluh meter disebelah kanan dari tempat tinggalnya itu. Dia selalu berjalan ke sebelah kiri dari apartmennya untuk menuju ke stasiun, perpustakaan dan lain-lain karena disitulah terletak pusat suburb Campsie itu. Tapi pada hari itu Tuhan menggunakan angin untuk menerbangkan selembar pamphlet yang telah dimasukkan seorang pemudi Advent, mahasiswa di Avondale College yang kebetulan bertamu ke gereja Advent sempalan The Truth That Reigns Church.

    Gereja sempalan itu dipimpin oleh seorang pemuda anak anggota Advent yang pernah terlibat dalam perampokan bank yang gagal di Sydney dengan teman-temannya. Sebagai akibatnya, dia dijebloskan kedalam penjara untuk beberapa tahun lamanya. Sementara dalam penjara itu dia membaca Alkitab dan buku-buku Ellen G White yang diberikan orang tuanya. Keluar dari penjara, Peter sudah sangat paham isi Alkitab dan Roh Nubuat, melebihi kebanyakan pendeta Advent. Orang tuanya menanyakan apa yang dia ingin lakukan sekeluarnya dari penjara itu. Dia katakan dia ingin menjadi pendeta. Tapi karena tidak ada dana untuk bersekolah di Avondale College, maka orang tuanya memutuskan untuk membentuk satu kelompok penyelidikan Alkitab diantara keluarga dan kenalan-kenalan mereka. Pendek cerita kelompok itu berhasil dengan baik sehingga mereka meresmikan diri mereka dengan nama gereja diatas.

    Pada tanggal 15 Agustus tahun lalu Robert pergi mengunjungi gereja itu karena tertarik atas isi pamphlet yang berisi undangan untuk makan siang gratis, dan penyelidikan kebenaran dan kabar pengharapan. Setelah selesai makan dan dia hendak pulang, dia diundang lagi untuk datang Sabat berikutnya. Tapi dia menjawab bahwa rumahnya agak jauh dari stasiun dan gereja itu pun juga cukup jauh dari stasiun kereta listrik (train) yang terdekat. Peter Sio menawarkan akan mengirimkan taxi menjemput dia. Sabat berikutnya tanggal 22 Agustus, kebetulan saya mendapat undangan untuk berkhotbah di gereja itu.

    Pada saat itulah sementara sedang berkhotbah saya melihat si Robert masuk dan duduk di kursi paling belakang dengan pakaian kumal dan kotor, rambut gondrong, dan kumis serta jenggot yang tebal berwarna putih dan kelabu. Dia benar-benar tampak sebagai orang utan.

    Selesai khotbah dia datang bersalaman dengan saya. Saya sudah berdosa karena menyangka dia seorang gelandangan yang pasti berbau rokok dan alcohol, dan mungkin juga seorang pengguna obat bius dan hanya mau makan siang gratis dan kemungkinan akan minta uang satu dua dollar sebagaimana kebiasaan orang sejenis itu. Tapi saya kaget waktu mendengar dia berbicara dalam bahasa Inggris yang sangat fasih dan berbobot kalimat-kalimatnya. Ternyata dia adalah seorang jebolan S2 dari Universitas Sydney, yang merupakan UI nya Australia. Pendek cerita, Robert setelah belajar selama 6 minggu secara intensif, telah dibaptiskan di gereja Advent, Strathfield Chinese SDA Church di Sydney, pada tanggal 1 October yang lalu.

    Pada bulan Nopember tahun lalu saya telah membawa dia ke Bali dan Jakarta dimana kami telah diundang untuk berkhotbah dan bersaksi di beberapa gereja Kharismatik dari Pdt. Gilbert Lumoindong yang di Kelapa Gading dan di BDS Junction.

    Bulan Mei yang lalu saya diundang untuk berkhotbah dan mengadakan seminar di lebih dari 10 gereja Kharismatik dan 70 pendeta-pendeta mereka, yang dikota dan juga di pedalamannya. Mereka mengharapkan saya bisa datang lagi lain kali.

    Saya berada di Jakarta dari 13 sampai 31 July memenuhi undangan untuk berkhotbah dan mengadakan seminar di beberapa gereja Kharismatik dan Advent selama 3 Sabat dan 3 hari Minggu.

    Sekarang saya baru mengerti apa yang dimaksudkan oleh Yesus bahwa kalau Dia diangkatkan maka Dia akan menarik semua orang datang kepadaNya. Selama ini kita kebanyakan kali hanya mengangkatkan doktrin, denominasi dan lain-lainnya. Kita mengeluarkan biaya sangat besar untuk mengadakan KKR Akbar, tapi berapa banyak dari anggota-anggota gereja dan pendeta-pendeta denominasi lain yang datang mengikuti KKR kita?

    Kalau kita menyatakan Kasih Kristus dengan menggunakan Bahasa Tubuh seperti Dia, maka sudah lama Injil Kerajaan ini disampaikan kepada segala makhluk untuk menjadi saksiNya!
    Akan disambung dalam artikel saya yang berikutnya.

    Oleh : Pdt. Sammy Lee

    Previous articleTetap Semangat
    Next articleSEGELAS SUSU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles