Date:

    Share:

    SEORANG ANAK YANG MENYENTUH HATI

    Related Articles

    Nancy sedang berjalan-jalan di sebuah toko target ketika melihat seorang kasir mengembalikan uang seorang bocah laki-laki. Usia bocah itu tidak lebih dari 5 atau 6 tahun. Kasir itu berkata, “Maaf, uangmu tidak cukup untuk membeli boneka ini.”

    Bocah itu menoleh ke wanita tua disebelahnya, “Nek, apakah uang saya memang tidak cukup?” Nenek itu menjawab, “Engkau tahu bahwa engkau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka itu, Sayang.” Kemudian nenek itu meminta bocah itu untuk tetap di situ selama lima menit sementara dia melihat sekelilingnya. Nenek itu pergi dengan cepat. Bocah itu masih tetap memegang boneka itu di tangannya.

    Akhirnya nancy berjalan mendekatinya dan menanyakan kepada siapa dia akan memberikan boneka itu. “Adik perempuanku sangat menyenangi boneka ini. Ia begitu menginginkannya untuk natal nanti. Ia yakin Santa Claus akan memberinya. “ Kemudian dengan sedih ia berkata kepada Nancy, “Santa Claus tidak bisa memberinya sekarang. Aku harus memberikan boneka ini kepada mamaku sehingga dia bisa memberikannya kepada adikku ketika dia ke sana.” Matanya tampak sedih ketika ia berkata, “Adikku sudah bersama-sama Tuhan. Papa berkata bahwa mama akan segera bertemu Tuhan sehingga aku kira dia dapat membawakan boneka ini untuk adikku.”

    Hati nancy hampir berhenti. Bocah itu memandang Nancy dan berkata, “Saya memberi tahu papa supaya ia memberitahu mama untuk tidak pergi dulu. Saya ingin dia menunggu sampai saya pulang dari mal.” Kemudian dia menunjukkan foto dirinya. Dia sedang tertawa. Dia kemudian memberi tahu Nancy, “Aku ingin Mama membawa foto ini agar dia tidak melupakan aku. Aku mencintai mama dan berharap dia tidak meninggalkanku. Tapi, Papa mengatakan bahwa mama harus pergi bersama adikku.” Kemudian ia melihat bonekanya kembali dengan sedih. Nancy segera meraih dompetnya dan berkata kepada bocah itu, “Coba engkau cek uangmu kembali. Jangan-jangan cukup untuk membeli boneka itu!? “Oke”, jawabnya, “Aku harap uangku cukup.” Nancy menambahkan uangnya ke uang bocah itu tanpa sepengetahuannya dan mereka mulai menghitungnya. Bocah itu berkata, “Terima kasih Tuhan karena memberi saya uang yang cukup!” Lalu dia melihat Nancy dan berkata, “Semalam, sebelum tidur, aku berdoa kepada Tuhan untuk memberiku cukup uang untuk membeli boneka ini, sehingga mama dapat memberikannya kepada adikku. Tuhan mendengar doaku! Aku juga ingin memiliki cukup uang untuk membeli setangkai mawar putih untuk mama. Tetapi, aku tidak berani meminta Tuhan terlalu banyak. Namun, dia memberiku uang untuk membeli boneka dan mawar putih. Mamaku senang mawar putih.”

    Beberapa menit kemudian, nenek tua itu kembali dan Nancy pergi. Nancy menyelesaikan belanja dengan pikiran yang sama sekali berbeda dari saat berangkat belanja. Nancy tidak bisa menghilangkan bayangan bocah laki-laki kecil itu dari benaknya. Kemudian nancy ingat artikel surat kabar lokal dua hari lalu yang menyebutkan bahwa seorang sopir truk yang sedang mabuk menabrak mobil yang dikendarai oleh seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadi kecil itu langsung tewas saat itu juga dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarga itu memutuskan untuk melepaskan alat bantu hidup karena wanita muda itu tidak mungkin siuman dari komanya. Apakah yang ditulis berita itu mama dan adik bocak laki-laki itu?

    Nancy tidak bisa menghentikan langkahnya ketika membeli seikat mawar poutih dan pergi ke tempat duka di mana jenasah wanita muda itu dibaringkan untuk memberikan penghormatan terakhir. Jenazah wanita itu di dalam peti sambil memegang sekuntum mawar putih dengan foto bocah laki-laki serta sebuah boneka di atas dadanya.

    Nancy meninggalkan tempat duka itu dengan mata berair. Nancy merasa hidupnya sudah diubahkan selamanya. Kasih bocah laki-laki itu terhadap mama dan adik perempuannya sungguh sulit dibayangkan. Hanya dalam tempo sekian detik, seorang pengemudi truk mabuk merenggut kasih itu darinya.
    Inspirasi Untuk Direnungkan : Dunia sering kali digambarkan seperti itu. Pemabuk yang tidak menyadari keteledorannya menyebabkan sesamanya kehilangan orang yang mereka kasihi. Namun, kita beruntung masih ada seorang yang mau meneruskan kasih kepada yang membutuhkannya.

    Untuk Dilakukan : “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Yohanes 13 : 34
    Saat kita berbagi kasih kepada orang lain, entah dengan cara bagaimana Tuhan mengalirkan kasih-Nya yang luar biasa kepada kita. Bagikan kasih, melalui kebaikan kepada sesama yang terkecil sekalipun, niscaya kita klak menerima balasannya yang sangat mulia serta tidak diharap oleh kita. Pernahkah saudara menerima perbuatan baik dari seseorang yang mungkin tidak kita kenal apakah di jalan, di mal, atau dimana saja, dan ketika anda menerimanya, barulah sadar mengapa? Hal itu terjadi. Ada banyak yang kita terima dari orang lain disekitar kita yang tidak kita sadari itu adalah balasan kasih yang kita telah berikan pada waktu yang lalu. Karena itu bila saudara menemui seseorang yang memerlukan pertolongan, bantuan disekitar kita janganlah segan bertidak kalau hati saudara sudah tergerak. “Beri kasih , terima kasih .”
    Oleh : Bredly Sampouw

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles