Date:

    Share:

    SEHARI DI PENJARA, JEMAAT KUALA KENCANA BERSUKACITA

    Related Articles

    Sabat tanggal 19 Oktober 2013 adalah Sabat yang sangat istimewa bagi Jemaat Kuala Kencana, Papua. Karena pada Sabat itu Jemaat Kuala Kencana mengadakan kunjungan dan berbakti di Lembaga Pemasyarakatan SP V, Timika, Papua. Pelayanan ke Penjara merupakan salah satu program Dept. Pelayanan Anak-anak tahun ini. Walaupun pada awalnya ada anak-anak yang merasa takut, tapi mereka tetap bersemangat mempersiapkan acara untuk kebaktian Sabat di Lapas. Dengan dukungan penuh dari jemaat dan orang tua, pelayanan ke Lapas SP V bisa terlaksana. Hal ini juga tak lepas dari dukungan dan bantuan dari Sdr. David Bindosano dan Jemaat Limau Asri.

    Adapun tujuan pelayanan ke penjara adalah untuk memperkenalkan dunia yang berbeda kepada anak-anak, menumbuhkan rasa empati, dan mendidik anak-anak untuk mencintai pekerjaan pelayanan kepada Yesus melalui pelayanan ke Lapas.

    Pagi Sabat itu cuaca begitu cerah seakan-akan alam menyambut baik rencana kunjungan tersebut. Rombongan jemaat Kuala Kencana menuju Lapas SP V pada jam 08:00 wit, dan tiba di Lapas sekitar jam 09:30 wit. Tepat pukul 10:00 wit acara kebaktian dimulai, diawali dengan Song Service yang dipandu oleh Sdr. Jeiel Rey dan pianist dr. Harold Manueke. Beberapa saudara dari Lapas juga membawakan beberapa lagu indah yang menggugah hati. Termasuk beberapa lagu ciptaan mereka sendiri.Walaupun mereka terkungkung dalam penjara, mereka mau memuji Tuhan dan bersyukur atas segala kebaikan Tuhan.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan Bible Games yang dipimpin oleh Ibu Sonya Tampubolon. Suasana meriah dan dipenuli gelak tawa meramaikan acara Bible games yang sengaja dibuat dalam suasana yang lebih santai. Para penghuni Lapas dengan sangat antusias mengikuti Bible games. Hadirin yang mengikuti acara juga tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kocak para peserta game. Contohnya, saat pertanyaan “Siapakah nama anak Yonatan yang pincang?” ditanyakan, salah satu anggota group 2 menyelutuk: “A-B-O-S-E-T, bisa kah..??” Suasana terasa begitu hangat dan sangat menghibur. Pada akhirnya semua yang berpartisipasi mendapat hadiah.

    Karena kunjungan pelayanan ke Lapas ini adalah program dari anak-anak, maka anak-anak bertanggung jawab untuk melayani padaacara kebaktian dari awal hinggaacara khotbah.

    Group nyanyi anak-anak Jemaat Kuala Kencana, The Basic Praise, membawakan delapan (8) buah lagu untuk menghibur para penghuni Lapas. Kakak-kakak, Om, Tante, Opa yang menghuni Lapas sangat terharu dan gembira mendengarkan lagu-lagu pujian dari anak-anak. Setiap lagu selesai mereka bertepuk tangan, sambil berkata: AMIN atau LAGI… TAMBAH… kata-kata sederhana ini menggambarkan betapa mereka sangat rindu akan penghiburan dan kata-kata pengharapan.

    Seusai pelayanan dalam lagu, adik Ariel Manueke membawakan khotbah singkat berjudul “Kasih”. Di penghujung acara, Pdt. Richeel Sumlang memberikan rangkuman dan doa berkat.

    Setelah kebaktian selesai, anak-anakdengan cekatan membagikan buku-buku rohani seperti Khotbah di Atas Bukit, Hari Yang Hampir Dilupakan, Kebahagiaan Sejati, Kemenangan Akhir dan majalah RumahTangga dan Kesehatan. Semua penghuni Lapas dengan gembira menerima buku-buku berisi kabar baik tersebut.

    Ibu Imelda Limbong menutup acara kunjungan ke Lapas ini dengan doa makan, dan semua anggota Jemaat Kuala Kencana dengan penuh semangat membagikan lunch dan snack boxes untuk semua penghuni Lapas (baik yang Kristen, maupun non-kristen) juga untuk para petugas penjaga Lapas.

    Karena merasa sangat diberkati dengan kunjungan ini, salah seorang penghuni Lapas buru-buru kembali ke sel-nya dan mengambil satu buket bunga mawar merah yang sangat cantik yang dengan susah payah dibuatnya untuk dijual, tapi diberikan kepada anak-anak Jemaat Kuala Kencana sebagai ucapan terima kasih atas kunjungan dan penghiburan yang diberikan.

    Melihat wajah-wajah penuh sukacita daripara penghuni Lapas membuat semuaanggota jemaat yang ikut merasakan sukacita yang luar biasa.

    Anak-anak yang tadinya takut ke penjara, justru sangat bersemangat membawakan acara, dan merasa bersyukur bisa membuat orang lain bahagia dan bisa menjadi saluran berkat.

    Hari Sabat yang istimewa ini ditutup dengan potluck ala piknik di area Mayon, ditepi sungai kecil yang jernih dan sejuk. Semoga jemaat Kuala Kencana khususnya anak-anak tetap semangat dalam setiap kegiatan pelayanan.

    Oleh: Cynthia Nancy – Kontributor BAIT

    Previous articlePETRUS DAN KUASA DOA
    Next articleSELUMBAR VS SEBALOK

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles