Date:

    Share:

    ORANG BENAR TERLIHAT SEPERTI ORANG GILA

    Related Articles

    Ada banyak orang yang berdukacita dengan orang yang berduka.

    Ada banyak orang yang berbahagia dengan orang yang berbahagia.

    Tapi sangat sedikit orang yang bersukacita dalam kesusahannya sendiri.

    Siapakah mereka yang berbahagia ditengah penderitaan dan kemalangannya? Mereka adalah orang gila. Orang-orang yang memiliki gangguan jiwa. Di kota-kota besar kita dapat melihat mereka di persimpangan jalan dan terminal.Mereka tertawa sendiri, berbicara sendiri di tengah teriknya matahari. Dengan lahap mereka makan makanan dari tempat sampah dan mereka berjalan ke mana saja mereka inginkan. Kehidupan mereka yang malang, dan menyedihkan itu tidak dirasakan oleh mereka. Sepertinya hanya kita yang merasa bahwa mereka membutuhkan pertolongan dan perhatian karena sakit yang mereka derita.Tanpa kita sadari mereka tidak pernah meminta kita untuk menolong mereka supaya lepas dari penyakit itu.

    Keluarga malu memiliki anggota keluarga yang gila, tapi mereka tidak pernah malu karena mereka sakit.Kondisi ini yang sepertinya terpancar dari ayat tema kita dalam Matius 5:11. Kita diajarkan oleh Tuhan sendiri untuk berbahagia jika kita susah dalam penganiayaan dan fitnah. Sangat kontras dengan fakta yang ada.Fitnah, cemoohan, aniaya yang dilakukan orang lain akan selalu dibalas secara hukum dan kadang didahului dengan sikap anarkis oleh korbannya.

    Mengapa Tuhan menginginkan kita menjadi seperti orang gila yang bersukacita dalam kesusahan? Dalam Kitab Kisah Para Rasul 14: 22 menyatakan “di Tempat mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” .Dari ayat ini kita mengerti bahwa tujuan Allah menyuruh kita terlihat seperti orang gila dengan bersukacita dalam kesusahan, cemoohan dan fitnah adalah untuk membawa kita ke surga. Kita harus mengalami banyak kesengsaraan sebelum kita dilayakkan Tuhan untuk masuk dalam KerajaanNya.

    Jika kita harus mengalami kesengsaraan ini, maka yang kita butuhkan adalah kedamaian hati sukacita dari hati yang tulus karena tujuan kesengsaraan ini kita terima adalah untuk kebaikan kita yaitu upah surga yang telah di janjikan-Nya.

    Adakah di antara kita sekarang ini yang mau masuk dalam kerajaan surga? Kita harus terlihat seperti orang gila yang tanpa memandang kesusahan dan penderitaan sebagai sesuatu alasan untuk bersifat negative dan berdukacita. Sebaliknya dalam kesusahan yang mereka alami, terlihat ada sukacita dalam diri mereka.Walaupun sayang, sukacita itu hanya terlihat bukan teralami oleh mereka. Sedangkan kita harus mengalami sukacita dalam kondisi buruk itu.

    Bagaimana caranya kita bisa bersukacita dalam kesusahan yang dialami?
    Dalam 1 Petrus 4:14 “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaa, yaitu Roh Allah adapadamu.”

    1. Harus memiliki Roh Allah
    Orang yang bersukacita dalam penderitaan, tidak akan terlihat seperti orang gila karena mereka memiliki Roh. Jika Roh Allah ada dalam diri kita maka kita mampu menanggapi semua kesusahan, fitnah, aniaya itu dengan sikap yang benar.Roh yang ada dalam diri kita tidak pernah salah dalam tindakannya.

    Dengan memiliki Roh Allah kita mampu menjadi orang yang lebih bijaksana dalam menghadapi masalah dan persoalan kehidupan. Resep yang kedua terdapat dalam 1 Petrus 4: 19 “Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.”

    2. Berbuat Baik
    Orang yang benar-benar gila cenderung jahat karena mereka sering juga diperlakukan jahat oleh orang lain. Untuk menjadi orang yang layak bagi kerajaan surga mereka harus menjadi orang yang baik.

    Apakah kita hanya harus berbuat baik kepada Pencipta saja? Bagaimana dengan sesama kita manusia?

    Matius 25:35-40 “Sebab ketika Aku lapar, kamu member Aku makan; ketika Aku haus, kamu member Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu member Aku tumpangan; ketika aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia katanya: Tuhan bila manakah kami melihat Engkau lapar dan kami member Engkau makan atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing dan kami member Engkau tumpangan atau telanjang dan kami member Engkau pakaian?Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjaradan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

    Kebaikan yang kita lakukan kepada sesama kita adalah perlakuan kita kepada Pencipta.Jangan pernah berpikir bahwa kita hanya harus berbuat baik kepada Allah dan sebaliknya kepada sesama manusia.Kristus mengasosiasikan dirinya dengan sesama manusia.Apa yang kita lakukan kepada mereka adalah apa yang kita lakukan kepada Kristus.

    Kristus memberikan contoh kepada kita tentang bagaimana menjadi orang bersukacita dalam penderitaan yang teralami.
    ⦁ Ditolak>Yesaya 53:3 “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan ; ia sangat di hina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.”
    ⦁ Dikhianati>Lukas 22:48 “Maka kata Yesus kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?”
    ⦁ Difitnah>Mazmur 35:11 “Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri, apa yang tidakku ketahui, itulah yang mereka tuntut dari padaku.”
    ⦁ Diludahi dan dipukuli>Matius26:67 “Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,”
    ⦁ Dibenci tanpa alasan> Yohanes15:25 “Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.”
    ⦁ Mendoakan musuh Lukas 23:34 Yesus berkata: “YaBapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
    ⦁ Dituduh>Mazmur 109:4 “Sebagai balasan terhadap kasih ku mereka menuduhaku, sedang aku mendoakan mereka.”

    Segala sesuatu yang Tuhan kita telah alami, terlebih penderitaan selama dia hidup di atas dunia ini harus menjadi bagian kita saat ini dan kelak. Kita akan diperlakukan tidak adil seperti Kristus. Tidak ada alasan bagi kita untuk menghindar karena kita mendambakan surga sebagai upah. Untuk mendapatkan surga kita harus menderita sengsara.
    Jika kita percaya kepada Tuhan kitaYesus Kristus yang pergi untuk kembali menjemput kita semua yang sementara menderita, maka saat ini, sementara dalam aniaya, cemoohan, tipu daya orang lain, kita akan bersikap lebih bijaksana karena Roh Allah ada dalam diri kita dan kita selalu berbuat baik kepada orang lain.

    Ayat terakhir ini kiranya memberikan motivasi iman kepada kita dalam menghadapi persoalan kehidupan berat yang sementara kita alami.Yakobus 1:21 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

    Tetap kuat dalam menghadapi pencobaan, tetap tenang dalam menghadapi aniaya, tetap yakin pada janji Allah yang kekal.Tuhan memberkati saudara sekalian

    Oleh : Pdtm. Reynald Makalew

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles