Date:

    Share:

    NEW LIFE IN CHRIST

    Related Articles

    Mark Finley menulis dalam Buku Renungan Pagi tahun ini berjudul “Tidak Tergoyahkan” pada bacaan Jumat, 14 Januari 2011 dengan topik “Mengampuni Sebagaimana Engkau Telah Diampuni” menceritakan tentang seorang wanita yang bertobat. Jacquie adalah seorang wanita gereja yang dibesarkan di kota kelahirannya. Hubungannya dengan gereja terputus ketika ia meninggalkan suaminya dan menikah dengan pria yang lain. Namun, sesudah 20 tahun kemudian ia datang ke gereja dan ingin dibaptiskan kembali. Pengakuannya di hadapan para anggota majelis membuat suasana haru penuh dengan linangan airmata. Pertobatannya disambut hangat oleh para anggota majelis. Jacquie menerima pengampunan dan hidup baru dalam Kristus. Sebagai manusia kita perlu tiga hal dalam hidup kita agar kehidupan kerohanian kita tetap menjadi baru dalam Ktristus. Saya singkatkan “3 R” yang kita butuhkan yaitu:

    Resolution
    Saya teringat cerita tentang seorang kaya yang berlari-lari mendapatkan Yesus di jalan. Cerita ini terdapat dalam Kitab Injil Markus 10. Pada permulaan pasal tersebut selain menceritakan tentang Yesus dicobai oleh orang Parisi perihal perceraian, juga tentang sikap Yesus ketika membiarkan dan memberkati anak-anak yang datang kepadaNya. Orang ini bertanya kepada Yesus: “Good Teacher, what shall I do that I may inherit eternal life?” (ayat 17). Jawab Yesus: ”Why do you call Me good? No one is good, but One, that is God. You know the commandments: ‘Do not commit adultery; Do not murder; Do not steal; Do not bear false witness; Do not defraud; Honor your father and your mother.’” (ayat 18,19). Kata orang itu: “Teacher, all these things I have kept from my youth.” (ayat 20). Kemudian Yesus memandang padanya dengan penuh kasih dan berkata padanya: “One thing you lack; Go your way, sell whenever you have and gave to the poor, and you will have treasure in heaven; and come, take up the cross, and follow Me.” (ayat 21). But he was sad at this word, and went away sorrowful, for he had great possessions. (ayat 22). Moral dari cerita ini ialah orang kaya ini tidak berani membuat resolusi. Jadi formula pertama adalah R-1

    RESOLUTION
    Definition of Resolution: 1) Dictionary: a formal expression of opinion or intention made, usually after voting, by a formal organization, a legislature, a club, or other group. Departemen Sekolah Sabat sepakat bahwa acara Sekolah Sabat akan dimulai tepat pukul 10:00 pagi setiap Sabat. 2) Wikipedia: a commitment that an individual makes at New Year’s Day. Setiap tahunnya kita merayakan Tahun Baru (New Year). Pada pergantian tahun sering kita membuat suatu resolusi. Banyak contoh misalnya: Misalnya: Kita ingin agar tahun ini kita lebih setia terhadap gereja, sekolah, perusahaan, dll. Apakah resolusi anda tahun ini? 1) Kita ingin agar lebih mengasihi terhadap Tuhan, terhadap suami/isteri, terhadap orang-tua/anak-anak. 2) Kita ingin agar kita lebih banyak waktu mempelajari Firman Tuhan, belajar Sekolah Sabat, membaca Renungan Pagi, mengambil bahagian dalam pekerjaan Tuhan, dll. 3) Kita ingin agar kita lebih setia dalam mengembalikan perpuluhan, memberikan persembahan, lebih dermawan dan suka membantu orang yang membutuhkan. 4) Kita ingin agar lebih memperhatikan kesehatan, berolahraga, beristirahat,bertarak, mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dengan komposisi yang seimbang. GMAHK pernah mempromosikan “New Start” atau “Celebration” agar hidup sehat dan bahagia baik secara mental (pikiran), physical (badani) serta spiritual (rohani). Sebagaimana cerita tadi seorang kaya yang datang pada Yesus, susah baginya untuk meninggalkan hartanya, memikul salib dan mengikut Yesus. Di satu pihak terlalu susah bagi kita untuk meninggalkan kebiasaan kita yang mungkin dipraktekkan umum walaupun bertentangan dengan perintah Tuhan. Di lain pihak sangat susah bagi kita meninggalkan dosa-dosa kesayangan seperti merokok, mencuri, berjudi, berdusta, bergosip, berselingkuh, dll Kalau kita ingin menjalani “Hidup Baru Dalam Kristus,” kita harus berani membuat resolusi.

    Reformation. Dalam Kitab Injil Yohanes 3 tentang percakapan Yesus dengan Nikodemus. Nikodemus adalah seorang Parisi, pemimpin Yahudi yang intelek. Suatu malam dia datang kepada Yesus dan berkata: “Rabbi, we know that You are a teacher that come from God; for no one can do these signs that You do unless God is with him.” (ayat 2). Yesus menjawab, kataNya: “Most assuredly, I say to You, unless one is born again, he cannot see the kingdom of God.” (ayat 3). Kata Nikodemus kepada Yesus: “How can a man be born when he is old? Can he enter a second time into his mother’s womb and be born?” (ayat 4). Jawab Yesus: “Most assuredly, I say to you, unless one is born of water and Spirit, he cannot enter the kingdom of God.” (ayat 5). Bilamana kita baca ayat selanjutnya kita dapati bahwa Nikodemus tidak mengerti dan tidak percaya perkataan Yesus. Nikodemus tak bisa membedakan perkara-perkara duniawi dan surgawi. Dengan kata lain Nikodemus susah untuk menerima paham yang baru. Banyak orang seperti Nikodemus, karna tak sepaham, tidak berani atau ragu untuk mengadakan reformasi.

    REFORMATION
    Definition: Reformation signifies a reorganization, a change in ideas and theories, habits and practices. Presiden Barack Obama membuat kejutan di dunia umumnya dan masyarakat AS khususnya. Obama berani membuat reformasi di AS. Presiden pertama berkulit hitam African-American yang tergores dalam sejarah AS. Suatu reformasi yang luarbiasa telah merubah tradisi AS yang selalu menempatkan presidennya orang berkulit putih. Dalam pidatonya kepada rakyat Amerika pada Selasa, 25 Januari 2011, Presiden Barack Obama antara lain mengatakan “we must build a 21st century infrastructure for our country, putting millions of Americans to work rebuilding roads and bridges, expanding high speed internet and high speed rail; we must reform government, making it learner, smarter, and more transparent.

    Dengan kata lain, guna mengimplementasi visi Obama ‘how America can win the future? Is that through innovation, education, reform, and responsibility. Di Indonesia pernah terjadi reformasi politik. Pada jaman pemerintahan presiden pertama yaitu Soekarno yang kita sebut Bapak Proklamator, salah satu slogannya yang menarik adalah “Berdikari” (Berdiri Diatas Kaki Sendiri) maksudnya setelah kita merdeka dari penjajahan, kita harus bisa mandiri. Dan pada era ini dikenal dengan era “ORLA” (Orde Lama). Pada jaman pemerintahan presiden kedua yaitu Soeharto yang kita sebut Bapak Pembangunan, salah satu slogannya yang menarik ialah “Repelita” (Rencana Pembangunan Lima Tahun) maksudnya untuk bisa bersaing dengan negara-negara tetangga, kita harus membangun secara bertahap dan terencana. Dan pada era ini dikenal dengan “ORBA” (Orde Baru).

    Saya tertarik dengan pelajaran keempat Sekolah Sabat kita kwartal ini dengan judul “Hubungan Dengan Sesama.” Pada pelajaran hari Senin, 7 Januari 2011 dengan topik “Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan” terdapat konsep revolusioner yang masih dipraktekkan hingga dewasa ini. Pada jaman Musa (era Perjanjian Lama) ada hukum tertulis yang mengatur hubungan antar orang Israel bila dirugikan seperti dalam Kitab Keluaran 21 berbunyi demikian: “eye for eye, tooth for tooth, hand for hand, foot for foot, burn for burn, wound for wound, stripe for stripe” (ayat 24-25). Namun pada jaman Yesus (era Perjanjian Baru), Yesus mengganti pendekatan “mata ganti mata” menjadi konsep yang berlawanan, yaitu terdapat dalam Kitab Injil Matius 5:38-39 yang berbunyi: “You have heard that it was said, ‘an eye for an eye and a tooth for a tooth’” (ayat 38). “But I tell you not to resist an evil person, but whoever slaps on your right cheek, turn other to him also.” (ayat 39).

    Secara duniawi kelihatannya, kita berada di pihak yang lemah dan kalah, dan orang Yahudi seperti Nikodemus pasti tidak mau menerima paham ini. Namun secara surgawi, paham yang baru ini bukan menunjukkan penurunan martabat atau derajat dari paham yang lama, sebaliknya peningkatan level dan moral dari paham yang lama. Yesus sebetulnya hanya menegaskan kembali apa yang ditulis di era Perjanjian Lama oleh seorang raja yang bijaksana yaitu Salomo. Dalam Amsal 25:21-23 yang berbunyi: “If your enemy is hungry, give him bread to eat; and if he is thirsty, give him water to drink; for so you will heap coals of fire on his head. And the LORD will reward you.” Yesus berani membuat reformasi dari falsafah “kejahatan dibalas dengan kejahatan” menjadi falsafah “kejahatan dibalas kebaikan.” My friends, kalau kita ingin mengarungi hidup baru dalam Kristus, kita harus berani membuat reformasi.

    Revival
    Dalam Kitab Yohanes pasal 4 tentang percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. A woman of Samaria came to draw water. Jesus said to her. “Give me a drink.” (ayat 7) dstnya. Perempuan Samaria ini berani membuat revival (kebangunan) dalam hidupnya dan dia menjadi saksi di kota di mana dia tinggal.

    Definition: Revival signifies a renewal of spiritual life, a quickening of the powers of mind and heart, a resurrection from spiritual death. Perempuan Samaria ini tadinya malu di depan umum, karena kehidupannya tercela itu, kini berubah setelah bertemu Yesus. Sebagaimana janji Tuhan terhadap bangsa Israel, demikian juga berlaku buat perempuan Samaria dan kita juga. “Then I will give them one heart, and I will put a new spirit within them, and take stony heart out of their flesh, and give them a hearth of flesh.” (Ezekiel 11:19). Rasul Paulus dalam Roma 12:2 mengatakan, “..but be transformed by the renewing of your mind..” hati yang baru dengan kata lain pikiran yang baru. Raja Daud dalam kitab Mazmur mengungkapkan betapa senangnya , berbahagia dan bersukacita ketika dosa kita telah diampuni. Sama seperti perempuan Samaria, dia tidak malu menjadi saksi di kota di mana dia tinggal. “A revival of true godliness among us is the greatest and most urgent of all our needs.” Ellen G. White, True Revival

    Oleh: Frederik Wantah

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles