Date:

    Share:

    MENGEJAR KEBAHAGIAAN

    Related Articles

    Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah di bawah guyuran air hujan. Saat itu lewatlah sebuah motor di depan mereka. Petani ini berkata, kepada isterinya, “Lihatlah bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu. Meskipun kehujanan, tetapi mereka bisa cepat sampai ke rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah. “ Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya, “Lihat, Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak kehujanan seperti kita.”

    Dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan ketika sebuah mobil sedan mewah lewat di depan mereka, “Lihatlah bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok.” Pengendara mobil itu adalah seorang pria kaya, dan ketika melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, ia berkata dalam hatinya, “Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing-masing.

    Inspirasi
    Untuk Direnungkan : Kebahagiaan sejati tidak bisa kita peroleh di tempat lain karena sebenarnya, kebahagiaan sejati ada dalam hati kita yang penuh ucapan syukur. Sejak kapan Anda merasa diri kurang/tidak berbahagia? Cobalah bersyukur, kebahagiaan akan mengejar Anda.

    Untuk Dilakukan : “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah Tuhan, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi miliknya sendiri!” Mazmur 33 : 12
    Kita tidak perlu mengejar kebahagiaan seperti seekor anak kucing mengejar ekornya sendiri karena justru ketika kita berdiam diri dan mensyukuri yang kita miliki, kebahagiaan sejati sudah kita punyai. Banyak orang di dunia yang selalu mengejar kebahagiaan, tetapi justru makin dikejar makin jauh kebahagiaan itu. Banyak orang di dunia ini melihat orang yang berbahagia karena memiliki apa yang mereka tidak miliki, mereka membandingkan hidup ini dengan sesama yang mungkin memiliki sesuatu melebihi mereka. Ingat, kebahagiaan itu tidak akan didapat karena kita sudah memiliki segalanya, tetapi kebahagiaan itu justru datang saat kita berdiam dan selalu mensyukuri apa yang Tuhan berikan. “Hati yang selalu bersyukur, adalah sumber kebahagiaan.”

    Oleh : Bredly Sampouw

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles