Date:

    Share:

    MENGALAMI CINTA ALLAH DALAM KELUARGA

    Related Articles

    Pasangan menikah dan seorang sahabatnya kirim hadiah. Dalam hadiah tersebut ia sisipkan kertas bertuliskan ayat Alkitab untuk menasihati sahabatnya ini. Namun karena keliru dan alpa ia salah memberikan ayat. Ayat yang ia maksudkan ialah 1 Yohanes 4:18 tetapi yang tercatat Yohanes 4:18. Ketika pasangan yang baru menikah ini membuka Alkitab dan membaca ayat tersebut, mereka bertengkar dan hampir saja bercerai di malam “honey moon” mereka.

    “Save the Children” sebuah badan untuk menyelamatkan anak-anak melaporkan bahwa dalam 10 tahun terakhir ini 1,5 juta anak-anak dibunuk dalam konflik militer. Jutaan lagi terluka dan cacat. Dan 1 dari setiap 200 anak, 10 juta di seluruh dunia, secara psikhologis terganggu jiwanya karena peperangan.

    Sebagian besar dari penderitaan ini disebabkan oleh 100 juta ranjau yang dipasang di 60 negara. Ranjau-ranjau ini dipasang di sekolah-sekolah, tempat bermain dan ladang/lapangan. Dalam sifat ingin tahu anak-anak ini menjadi korban. Setiap tahun 26.000 orang menjadi bunting atau mati karena ranjau; 90% adalah rakyat dan anak-anak.

    Setan juga meletakkan ranjau-ranjau godaan untuk anak-anak kita untuk membuntungkan dan membunuh jiwa dan kepribadian mereka. Oleh sebab itu kita harus melayani anak-anak.

    Mengapa Melayani Anak-anak?
    1. Alkitab mengatakan bahwa Yesus memanggil anak-anak datang kepadaNya (Matius 18:1-14; 19:13-15. Kepada orang dewasa Yesus berkata dalam Lukas 14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Tetapi kepada anak-anak Matius 19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
    2. Tanah hati yang paling mendukung dan baik untuk menerima bibit Firman Tuhan adalah hati yang lentur, mudah terpengaruh dari anak-anak.
    3. Iman alamiah dan ketergantungan segera akan hilang dalam proses kedewasaan. Iman itu sesautu yang umum bagi anak-anak, karena kedewasaan dan mengandalkan diri selalu menyertai keyakinan emosi.
    4. Kebiasaan atau tabiat dibentuk dan tak terhapuskan lagi di usia 7 tahun pertama.
    5. Diperlukan hanya sedikit waktu dan usaha untuk memenangkan anak-anak daripada orang tua.
    6. Anak-anak masih mempunyai kehidupan yang panjang untuk melayani. Paulus dipanggil di umur 25 tahun, bukan 70. Musa dipersiapkan sejak 12 tahun pertama. Yesus baru berumur 12 tahun sudah bersoal-jawab di Kaabah. Ellen Gould Harmon berumur 17 tahun saat dipanggil.
    7. Anak-anak mudah masuk keluar rumah untuk penginjilan. Pendekatan alamiah dari anak-anak.
    8. Kehidupan kerohanian seorang guru kelas anak-anak akan semakin dewasa bila ia sendiri menyaksikan anak-anak didiknya menerima Yesus.

    Lois E. Lebar, Children in the Bible School (Old Tappan, NJ; Fleming H. Revell Co., 1912, p.26: D. L. Moody setelah kembali dari mengadakan KKR, ditanya berapa yang dibaptis? Jawabanya: “Dua setengah.” Apakah itu 2 orang dewasa dan seorang anak kecil? “Bukan”, jawab Moody, “dua anak dan seorang dewasa.”

    Ibu Yokhebed mendidik Musa selama 12 tahun pertama hidupnya. E.G.White ”Pendidikan” 193,194: ”Pola hidup anak sebagian besar ditentukan saat berumur 7 tahun. (The fabric of his character is well woven, the color of his soul is vividly dyed, and only the miracle of God’s grace can bring any change as the years go on.) Struktur kharakternya telah ditenun dengan baik, warna jiwanya telah dengan jelas dicelup/diwarnai, dan hanya oleh mujizat kasih karunia Tuhan dapat membuat setiap perubahan ketika tahun-tahun berlalu.”

    Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    Damai adalah hal yang banyak dicari namun juga sukar dimengerti, Kebutuhan terbesar dunia ialah kedamaian. Para pemimpin, politikus dan diplomat mencurahkan seluruh usaha mereka untuk kedamaian. Tetapi sejarah membuktikan kesia-siaan mereka. Seorang ahli sejarah Perancis memperkirakan bahwa 15 abad sebelum Kristus sampai AD telah terjadi 3.130 tahun peperangan sedangkan tahun-tahun damai hanya 227 tahun. Berarti dunia mengalami 13 tahun perang berbanding 1 tahun damai.

    Lukas 2:13,14 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
    Profesor Nick Stinnett, Ketua Dept. Human Development and the Family, University of Nebraska mengadakan penelitian di Amerika Selatan, Swis, Austria, Jerman, Afrika Selatan & USA. Dia dapati bahwa keluarga yang kuat memiliki kualitas-kualitas berikut ini:
    1. Anggota keluarga memiliki komitmen terhadap satu sama lain.
    2. Mereka menggunakan waktu bersama-sama.
    3. Mereka memiliki komunikasi keluarga yang baik.
    4. Mereka mengungkapkan penghargaan terhadap satu sama lain.
    5. Mereka memiliki komitmen rohani.
    6. Mereka sanggup menangani masalah dalam saat kritis. (Ikatan keluarga yang kuat bukan jadi dengan sendirinya, tetapi memerlukan waktu untuk mencapainya.

    Untuk hal ini peran ibu atau wanita sangat besar. Tidak ada orang yang tidak penting. Tidak ada pekerjaan yang tidak penting. Tidak ada tindakan-tindakan kebaikan yang tidak penting. Anda diciptakan untuk menjadi orang penting, bukan pembesar.

    Amos 5:18 Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang!
    5:19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!
    5:20 Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?
    “Mirror on the wall; Discovering Your True Self through Spiritual Gifts, Ken Hemphill, 1992, p. 145. Di jaman sukar, Yates memiliki peternakan domba di pegunungan Texas Barat. Uangnya tidak cukup untuk membayar pajak dll. Dan ia hidup atas bantuan pemerintah. Keluarganya hidup dengan stress dan kekurangan financial. Mereka hidup, berpakaian dan makan sebagai orang miskin.

    Suatu hari bagian pengukur tanah minta dia menanda-tangani persetujuan untuk ukur tanahnya dan merintis pencarian minyak. Di kedalamn 1.115 kaki mereka temukan minyak mentah. Sumur galian minyak pertama menghasilkan 80.000 drum per hari. Setelah 30 tahun menghasilkan minyak, salah satu sumur tetap menghasilkan 125.000 drum per hari. Lautan minyak besar ini menjadi milik Yates dengan sebutan ”Yates Pool” (kolam/kubangan).

    Ia menjadi multimiliuner yang sebelumnya hidup dalam kemiskinan karena tidak tau sumber berkat yang sudah ada di dalam milik pusakanya. Sedemikian juga kita. Harta mungkin membuat kita merasa berkecukupan ataupun tidak berkecukupan. Tetapi harta rohani, hidup kekal, adalah sumber tanpa batas yang boleh kita miliki melalui Yesus Kristus. Kedamaian hati yang merupakan talenta dan sukacita besar yang Tuhan sedia lepaskan/berikan untuk kita.

    “When the going gets tough, the tough gets going” (Bila keadaan menjadi semakin sukar, maka yang ulet/kuat tetap maju).

    Sebagai Raja Damai, Yesus menanamkan kedamaianNya dalam 3 hubungan utama.

    (1) Berdamai dengan Tuhan melalui pengantaraan Yesus. Dosa penyebab perpecahan dan memisahkan kita dari Tuhan.
    Yesaya 59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
    Yesaya 59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

    (2) Yesus memampukan kita memiliki kedamaian dalam hati.
    Yesaya 26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
    (3) Berdamai dengan semua orang.
    Markus 9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

    Damai menghasilkan sukacita. (1) Pilipi 1:3,4 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. (2) Pilipi 1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, (3) Pilipi 1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
    5T 745 (1889) ”Kalau sekarang kita tidak mendapatkan kesenangan di dalam merenungkan perkara2 semawi; jika kita tidak menaruh minat untuk mencari pengetahuan akan Allah, tidak merasa senang memandang tabiat Kristus; kalau kekudusan tidak mempunyai penarikan bagi kita – maka kita merasa pasti bahwa pengharapan kita akan surga adalah sia2. Penyesuaian yang sempurna dengan kehendak Allah merupakan tujuan luhur yang harus tetap ada di hadapan orang Kristen. Dia akan senang berbicara tentang Allah, tentang Yesus, dan tentang rumah kebahagiaan dan kemurnian yang Kristus telah sediakan bagi mereka yang mengasihiNya. Merenungkan perkara2 ini, bilamana jiwa bersukaria akan jaminan Allah yang membahagiakan itu, yang rasul itu lukiskan sebagai menikmati ”kuasa dunia yang akan datang.”

    Ketika Yesus lahir, Ia lahir di kandang binatang, Ia tidak tinggalkan tanggal kelahiranNya, Ia tidak punya rumah, tidak menulis sebuah buku pun, mati untuk dosa kita, dikuburkan di kubur Yusuf dari Arimatea Yesus pada umur 12 tahun dalam bait Allah.

    Lukas 2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
    Yesus dibaptis, berpuasa dan dicobai, ditolak di Nazareth, menyembuhkan, memberi makan, membangkitkan anak Yairus, anak perempuan janda di Nain, dan Lazarus. Yesus mengajar dan memberitakan Injil. Lukas 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
    Yesus meredakan angin ribut, mengusir roh jahat dari manusia, mengampuni perempuan yang berbuat jahat, mengutus 12 murid & 70 muridNya, mengajarkan dan menghidupkan kerendahan hati seorang pemimpin, memberi teladan berdoa, menyucikan Bait Allah, mengajarkan tentang membayar pajak, menasihatkan supaya berhaga-jaga, menetapkan dan mengikuti Perjamuan Kudus, di taman Getsemane, dikhianati dan ditangkap, diadili, dijatuhi hukuman mati, disalibkan, dikuburkan, bangkit dengan jaya dan naik ke Surga.

    Lukas 24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

    Oleh: Pdt. Drs. Reinhold Kesaulya, MPH

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles