Date:

    Share:

    MENDENGAR SUARA TUHAN

    Related Articles

    Ketika zaman telegraf sedang berjaya, ada seorang anak muda yang begitu mencintai sandi-sandi morse dan bermimpi dapat bekerja di perusahaan pengiriman pesan kilat tersebut.  Suatu hari, kesempatan itu datang.  Perusahaan mengumumkan adanya sebuah lowongan pekerjaan.  Dengan bersemangat, anak muda tersebut datang ke perusahaan tersebut untuk melamar pekerjaan itu.

     

    Ketika memasuki perusahaan telegraf itu, ia terkagum-kagum melihat sekeliling bagaimana para karyawan di sana sibuk bekerja dan terdengar ramai suara-suara sandi morse.  Namun ternyata, peminat pekerjaan itu tidak sedikit.  Banyak orang telah duduk menunggu untuk melakukan wawancara.  Oleh resepsionis diminta mengisi formulir sambil duduk menanti bersama para pelamar lainnya.

     

    Namun, ketika telah selesai mengisi formulir, tiba-tiba anak muda itu berdiri dan segera masuk ruang wawancara tanpa menunggu dipanggil.  Hal itu tentu saja membuat para pelamar lainnya bertanya-tanya, apalagi beberapa saat kemudian, diumumkan bahwa pemuda tersebut mendapatkan pekerjaan tersebut.  Mereka pun protes dengan keputusan itu.

     

    Akhirnya, pihak manajemen memberi penjelasan, “Anak muda ini datang bukan hanya menunggu dipanggil, tetapi ia benar-benar menguasai dan mencintai sandi-sandi morse.  Sedari tadi, kami sudah memberikan informasi melalui sandi morse yang berbunyi, “Jika Anda sudah selesai mengisi formulir, silahkah masuk untuk wawancara”.  Dan anak muda ini menangkap informasi tersebut sedangkan saudara-saudara tidak.

     

    Terkadang, kita seperti para pelamar itu.  Kita sibuk dengan permintaan kita sehingga tidak tahu bahwa Tuhan sedang berbicara dengan kita.  Akhirnya, berkat yang seharusnya kita terima terlewatkan, hanya karena tidak peka dengan suara Tuhan.

     

    Untuk itu, mari kita belajar seperti anak muda yang mencintai sandi morse itu.  Ketika datang kepada Tuhan, kita bukan hanya sibuk dengan permintaan dan pikiran kita sendiri, melainkan juga mengarahkan telinga rohani kita kepada suaraNya.

     

    Inspirasi

    Untuk Direnungkan :  Apakah anda sering berusaha keras untuk mendengar suara Tuhan, tetapi tidak ada hasilnya?  Mengapa anda tidak belajar mendengar perintahNya lebih dahulu, yaitu membaca firman Tuhan yang merupakan suara Tuhan sendiri?

     

    Untuk Dilakukan :  “Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.  Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”  Yesaya 50 : 4

     

    Kita hanya bisa mendengar suara Tuhan jika menyetel antena kita dan mengarahkan ke atas dan bukan ke berbagai arah.  Belajarlah selalu mengarahkan seruan kita ke atas kepada Tuhan yang selalu memperhatikan serta peduli akan kita, jangan mengarahkan ke segala arah dimana justru menganggu sinyal surga ke dalam pikiran dan hati kita.  Ketika kita datang kepada Tuhan dengan ucapan doa serta permohonan arahkan keatas hati dan pikiran kita, niscaya pendengaran kita akan peka atas jawaban yang dia berikan.  Nah, kita sudah diberikan sarana dimana kita dapat mengetahui siapa Tuhan itu melalui firman Tuhan yaitu Alkitab, karena itu dalam setiap rencana tanyakan pada Tuhan melalui membaca kehendakNya dalam Alkitab serta disertai doa.  Doa membuka sinyal kita sementara antena pikiran diarahkan keatas.  Lebih banyaklah membaca firman Tuhan karena didalamnya kita akan dapati kehendak Tuhan.  Sering kita mengharapkan  sesuai keinganan kita, rancangan dan pikiran kita, tetapi ketika tidak dijawab hati kita mulai merasa kecewa.  Untuk itu cari tahu apa penyebab sehingga kita tidak mengerti atau peka atas Jawaban yang Tuhan berikan kepada kita.  “Thy will be done”

    Oleh : Bredly Sampouw

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles