Date:

    Share:

    Kepribadian Ganda

    Related Articles

    emasuki bulan kedua di tahun 2019 ini, tentunya kita masih ingat secara pribadi setiap commitment dan resolusi yang kita ikrarkan di awal tahun ini, tepatnya di malam tahun baru memasuki bulan pertama Januari. Entah itu anda lakukan di rumah bersama keluarga, di gereja bersama jemaat anda masing-masing atau bahkan berdua dengan pasangan anda… Anda ingin menjadi pribadi yang lebih baik (saya tidak bisa memastikan berapa besar presentasi yang memiliki komitment seperti ini) di samping ekonomi yang lebih baik… anak-anak sukses, promosi dalam pekerjaan, lebih setia dalam tugas dan pelayanan, memperbaiki hubungan dalam rumahtangga dan janji-janji yang belum ditepati sepanjang tahun lalu direncanakan akan ditepati tahun ini… Lumrah, dan itu kita lakukan hampir di setiap pergantian tahun. Apakah anda sudah menepati janji-janji di tahun-tahun sebelumnya? Apakah anda sudah menjadi Individu yang lebih baik saat ini?… Pertanyaan menarik,.. mari kita renungkan Bersama…
    Ayat renungan kita saat ini saya ambil dari buku Roma pasal 7:22-23, demikian tertulis: “Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.”
    Seperti yang diungkapkan oleh Drew Dyck dalam bukunya demikian: “we often “know the good we ought to do.” The problem is that we don’t do it.” – Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 58). Moody Publishers. Kindle Edition. Kita sering “tahu sesuatu yang baik yang harus kita lakukan.” Masalahnya adalah, kita tidak melakukannya. “ dan itu juga yang diungkapkan oleh seorang kartunis Walt Kelly tentang siapa individu tersebut, “Kita telah bertemu dengan musuh itu, dan dia itulah KITA.” Sebagian dari diri kita INGIN melakukan yang baik, tapi di bagian lain dalam diri kita justru tidak menginginkannya… Tragis bukan? Dan tanpa kita sadari kita hidup dengan KEPRIBADIAN GANDA SETIAP TAHUN! Melayani keluar menjangkau orang lain, dirumah keluarga berantakan. Mengajarkan kebenaran di mimbar, public, sekolah, kantor dan lain sebagainya,.. di lingkungan sendiri kitalah penyebab konflik! Hasilnya? Kita menjadi sebuah rumah yang terbagi dua! A Walking Civil War (Perang Sipil Berjalan), ungkap Drew Dyck dalam buku yang sama.
    Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengatasi dan mengatur rumah (tubuh) ini,… Rasul Paulus mengungkapkan dalam ayat 24,”Aku manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari TUBUH MAUT ini? Namun ia sudah mengetahui Jawabannya,… Ayat 25, Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita… dan perhatikan dengan jelas kalimat selanjutnya, “Jadi dengan AKAL BUDIKU aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.” Dalam terjemahan KJV Akal Budi = Mind, dan kata tersebut digunakan dalam bahasa aslinya ‘nous’ dari ‘ginosko’ yang artinya mencakup Thoughts, Feelings or Will (pikiran, perasaan atau keinginan/kemauan – Divine atau Human, Ilahi atau Manusia) satu Formula yang sebenarnya sejak awal mula kejadian manusia sudah ada dalam diri nenek moyang kita yang pertama, Adam dan Hawa. Allah menghembuskan Nafas Hidup/Spirit kedalam diri manusia yang memberikan gambaran kuasa Ilahi yang seharusnya menjadi figure penentu dalam mengembangkan Karakter manusia dahulu untuk tetap pada jalurnya,, memiliki Image Pencipta.
    Adam dan Hawa menghadapi “The first Self Control Test of all time”di taman Eden… hanya dengan satu instruksi agar tidak memakan buah terlarang tersebut (Kejadian 2:17). Konsekuensinya ? Mereka gagal !!! Bagaimana mungkin ciptaan yang mulia dan sempurna, dalam waktu yang tidak terlalu lama berubah drastis memikirkan diri sendiri gantinya menurut Allah, mendengar iblis dan berdosa? Dan itulah yang akhirnya diturunkan pada generasi-generasi selanjutnya sampai di jaman kita saat ini… Sehabis mendengarkan khotbah dan buka tahun, besoknya kita melakukan hal yang sama yang ingin kita hindari!!! Setelah terpilih, kita mengabaikan janji-janji yang kita utarakan, setelah menikah, kita berubah tidak setia setelah mengikrarkan janji dihadapan public, setelah mendengar instruksi dari sekolah tentang peraturan, besoknya kita sudah melanggar… setelah di maafkan dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi justru kita mengulanginya dengan cara yang berbeda…. Kita tahu yang benar, tapi justru kita tidak melakukannya,,.. kita tahu yang jahat, tapi justru kita tidak menghindarinya!! Rasul Paulus tahu betul kondisi tersebut!!! Drew Dyck mengungkapkan: “We have an inborn tendency to mess up, to choose sin and selfishness over holiness and intimacy with God and each other.” Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 60). Moody Publishers. Kindle Edition. “Kita punya tendency sejak lahir untuk melakukan kesalahan, untuk memilih dosa dan kepentingan diri di atas kekudusan dan hubungan dekat dengan Allah dan satu sama lain.” Inilah yang membuat urusan pengembangan dan perbaikan karakter jadi lebih sulit!!! Meski kita memiliki kemauan untuk memperbaikinya.
    “Menurut APA (American Psychological Association), orang Amerika secara konsisten menyebuntukan kurangnya kuasa kemauan merupakan karakter defisit nomor satu.” Dyck, Drew. Your Future Self Will Thank You (p. 63). Moody Publishers. Kindle Edition. Artinya, kita punya masalah dengan “SELF CONTROL” Kemauan ada tapi dimana letak kesalahannya? Dan dimana posisi kita berada? Apakah kita kurang pengetahuan? Yang pasti Yesus sudah tegaskan bahwa dari hati timbul segala pikiran jahat dan ini yang harus kita atasi bersama DIA karena Dia yang tahu cara yang tepat untuk mengontrolnya setiap saat… (Mat 15:19) Karakter tidak ditentukan oleh posisi atau jabatan bahkan kondisi ekonomi.. siapapun anda, anda bisa hidup dengan kepribadian ganda setiap hari, CEO di kantor, tapi kasar di rumah, baik hati di gereja, dikenal galak oleh tetangga… apakah ini yang Tuhan mau setiap tahun Dia memperhatikan dan mendengarkan komitment kita dipergantian tahun ?
    Memasuki bulan penuh cinta, bunga-bunga laris, pesanan coklat membludak, rumah-rumah makan antri, took-toko emas banjir pelanggan, media sosial penuh dengan ucapan kasih sayang, ministry-ministry mencanangkan penginjilan ke wilayah-wilayah yang belum mengenal kebenaran plus bantuan gratis ke masyarakat kurang mampu dan kurang pengetahuan, pelayanan kesehatan dan pelatihan menyebar di titik-titik interest, lagu-lagu cinta terdengar dimana-mana, acara dikemas untuk mengungkapkan kasih sayang terhadap pasangan dan orang yang kita kasihi, sayangnya…. besoknya kita sudah mulai menyakiti kembali seseorang, seperti biasa kita tidak perduli bahkan dengan mereka yang benar-benar membutuhkan, kita kembali melanggar hukum kesehatan pada saat yang sama, dan lain sebagainya… apakah kepribadian ini yang ingin kita pertahankan? Bukankah kita sudah berjanji untuk meninggalkan kehidupan yang lama?
    Inilah nasihat rasul Paulus sebagai solusi bagi kita yang memiliki kepribadian ganda… Galatia 5:24, “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” Kitalah yang memutuskan untuk menyerahkan kepada siapa yang mengendalikan salah satu kepribadian yang sangat tidak diperkenankan Tuhan untuk kita hidupkan dalam Galatia 5:19-21. Ellen White menulis: “Allah akan bekerja dengan penuh kuasa jika seseorang menyerahkan dirinya pada pengontrolan Roh Kudus.” AA, p.50. Agar kepribadian yang dipimpin oleh Roh sajalah yang akan selalu menguasai hidup kita sampai Maranatha, ini adalah pekerjaan setiap hari berjalan Bersama Tuhan, mendengar suara Roh berbicara untuk menolong kita memilih dengan benar dan memampukan kita untuk mengendalikan Self Control kita agar kita selalu MEMILIH untuk meminta kuasaNya saat kita membutuhkannya dan tidak menyesal kemudian! Ragu? Tidak mampu? Masih beralasan bahwa kita masih Manusia? Yesus juga manusia, teladan yang tepat untuk membungkam siapapun yang mengatakan kita tidak bisa menjadi seperti Dia dalam segala hal… Beda culture? Pengalaman? Usia? Ellen White melanjutkan: “Janji diberikannya Roh Kudus tidak terbatas pada usia ataupun ras.” AA, p. 50. “Dibawah kendala kuasa Roh KudusNya, bahkan orang terlemah dengan melatih iman kepada Allah, belajar meningkatkan kuasa yang dipercayakan kepada mereka dan dikuduskan, diperbaharui dan ditinggikan derajatnya. : AA, p. 50. Biarlah Tuhan saja yang memampukan kita mengendalikan pribadi yang selalu memikirkan diri sendiri dan mengulangi kesalahan dan dosa yang disukai, setelah pribadi yang lain diubahkan oleh KuasaNya… You can do it! Fil 4:13. With His strength.

    Selamat menikmati hari Sabat yang diberkati Tuhan.– Salam sejahtera.

    Previous articleQ & A
    Next articleJADILAH SEPERTI “PEMBERONTAK”

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles