Date:

    Share:

    KEKESALAN ANNA

    Related Articles

    Ibu, mengapa Anna masih begitu marah-marah sejak dari tadi?” Tanya Sarah kepada ibunya. Adiknya, Anna sedang merasa kesal dan menjadi marah sudah beberapa jam ini.

    Ibu Thomoson sedang mengupas kentang di dapur, ia melihat sekilas kepada Sarah dan berkata. ” Adikmu masih kesal karena ibu tidak memberikan peralatan jahit ibu kepadanya untuk bermain.”
    Image

    Sarah berpikir sejenak tentang apa yang sedang terjadi kepada adiknya. ” Tapi ibu, peralatan jahit-menjahit ibu tidak akan aman baginya untuk bermain. Dia memiliki banyak permainan di sekelilingnya, dia dapat bermain dengan permainannya.”

    Ibu Thompson mengangguk. “ Ibu tahu, Sarah. Tapi Anna memilih untuk marah karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.”

    “Tapi ibu dapat membiarkan dia bermain dengan itu jika itu baik untuknya.” Lanjut Sarah.

    ”Ya, ibu akan melakukannya.”

    “Tidakkah Anna mempercayaimu? Engkau selalu mau melakukan apa yang terbaik bagi kita.” Kata ibunya.

    Ibu Thompson meletakan pekerjaannya di dapur dan memeluk anaknya. ”Sarah, Ibu ingin engkau belajar dari kebiasaan Anna. Sangatlah mudah untuk melihat Anna sedang menolak untuk mempercayai ibu. Tapi saat engkau bertumbuh menjadi dewasa, ada banyak waktu dalam hidupmu yang pada saat-saat tertentu tidak yang seperti engkau harapkan atau hari-harimu tidak seindah yang engkau harapkan. Dan engkau akan memilih apakah akan menjadi sengsara seperti Anna yang sekarang, atau engkau akan mengingat bahwa Allah turut bekerja sama dan bertanggung jawab atas hidupmu dan memeliharamu—jauh lebih dari pada yang ibu bisa lakukan untuk Anna.”

    Sarah memandang adiknya, Anna yang masih duduk dengan melipat tangannya, merasa kesal dan cemberut. Dia kehilangan suasana yang indah di sore itu. Dia kehilangan semua rencana indah dari ibunya kepada mereka
    “ Terima kasih, Ibu,” Bisik Sarah. ” Saya tidak ingin kehilangan kesempatan yang indah ini.”

    ”Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” Yesaya 26:3.

    Diterjemahkan oleh Max Kaway

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles