Date:

    Share:

    HENDRA YANG MALANG

    Related Articles

    Anak laki-laki itu bernama Hendra. Dia duduk di bangku kelas 6 SD, dia anak yang cukup cerdas dan pandai hanya sayangnya dia uran gmenurut kepada orangtua.

    Hendra sering melawan dan tidak mau, menuruti apa yang dikatakan atau diperintahkan oleh mamanya.

    Di sekolah juga demikian. Dia kurang patuh, walaupun para guru tahu dia pandai, tapi karena dia tidak patuh dia seringkali dihukum oleh gurunya

    Di sekolah juga dmikian. Dia kurang patuh, walaupun para guru tahu dia pandai, tapi karena dia tidak patuh dia seringkali dihukum oleh gurunya

    Perbuatan Hendra seringkali membuat ibu cemas karena dia suka melakukan hal-hal yang diluar dugaan yang dapat dengan mudah mencelakai dirinya.

    Dia suka memanjat pohon, suka naik ke atas genteng dan suka kejar layang- layang hingga kejalan raya, dia tidak berpikir kalau dia bisa setiap saat tertabrak mobil atau kendaraan lainnya.

    Dan yang paling menakutkan lagi Hendra seringkali boncengan dengan teman-temannya naik sepeda motor sambil kebut-kebutan, pdahal mereka itu tidak ada yang punya SIM karena masih anak-anak.

    Ibunya sering meneteskan air mata karena merasa sedih melihat anaknya yang satu ini, padahal ibu sangat mengharapkan kalau anak lelaki satu satunya ini bisa menjadi anak yang berhasil kelak dikemudian hari.

    Dan juga diharapkan bisa menjadi pembela dalam RT dan juga pelindung bagi adik perempuannya yang masih duduk di kelas 3 SD.

    Namun demikian ibu sangat menyayangi Hendra dan juga Julia adiknya.

    Ayah Hendra telah meninggal kurang lebih tiga tahun yang lalu karena kecelakaan di salah satu pabrik yang memproduksi makanan bayi, tempat dimana ayah bekerja.

    Ayah Hendra sudah bekerja di sana selama kurang lebih 20 tahun. Ayah Hendra seorang pekerja keras dan dia sangat disayangi oleh pimpinan dan staf di pabrik itu.

    Ketika ayah meninggal, mereka juga memberi santunan yang lumayan untuk menolong kehidupan mereka bertiga, yaitu ibu, Hendra dan Julia.

    Uang santunan itulah yang dikelola ibu untuk berjualan kecil-kecilan di rumahnya yang tidka terallu besar namun bisa ditata sedemikian rupa higga tempat berjualan itu kelihatan rapi dan nyaman.

    Ibu Hendra menbung sedikit demi sedikit uang keuntungan yang diperolehnya setiap hari, dan ibu bisa membayar uang sekolah kedua anaknya itu tepat pada waktunya.

    Walaupun Hendra nakal, dia sangat menyayangi Julia adik perempuannya. Mereka berdua sangat rukun dan selalu bermain berdua sambil tertawa terbahak-bahak.

    Hendra juga sering membantu adiknya itu untuk membuat pekerjaan rumah yang diberikan guru. Hingga julia juga bisa mendapat nilai yang lumayang bagus eperti Hendra.

    Bedanya Julia dengan Hendra, ialah Julia tidak pernah melwan kepada gurunya, dia jug asuka membantu itu walaupun hanya menyapu rumah atau membantu ibu di dapaur memetik sayur, yah semua pekerjaan yang ringan-ringan Julia bisa lakukan.

    Satu hari ketika Hendra dan Julia sedang bermain di halaman rumah dan asyik bercanda dan tertawa , tiba-tiba Hendra berlari meninggalkan adiknya dan pergi menuju salah satu toko yang berada tidak terallau jauh dari rumah mereka.

    Julai merasa heran ada apa gerangan? Kenapa abangnya tiba-tiba pergi dan meninggalkannya tanpa berkata sepatah akta pun. Julia melihat kearah mana abangnya itu berlari ternyata disana banyak orang yang mengerumuni salalh satu toko terbesar ditempat itu. Dan julia juga melihat orang berlari lari keluar dari toko sambil membawa barang-barang dan berteriak-teriak:

    Ada apa gerangan? Ibu sangat terkejut karena ada perampokan di toko itu dan anehnya dia mencari anaknya Hendra ada didalam toko itu
    Kemudian ibu berusaha mau masuk di toko itu namun dia tida bisa masuk karena toko itu sedang terbakar.

    Ibu bersusah payah mau masuk ke toko untuk mendapatkan Hendra tapi api semakin besar. Kemudian ibu masuk di celah-celah orang yang banyak, akhirnya dia bisa masuk dan mendapatkan Hendra sudah pingsan dan sementara terbakar.

    Ibunya memanggil Hendra- Hendra —– Hendra, tapi petugas juga bersaha untuk menolongnya namun mereka kalah cepat, api terus menyambar tanpa kompromi dan mereka tidak bisa masuk ke dalam ruangan itu untuk menolong Hendra.

    Namun ibu masih mendengar teriakannya anaknya Hendra: Ibu—-ibu tolong bu! Ibuuuuuuuuuuuuuuuu

    Ibu tidak berdaya dia hanya bisa menangis dan menangis serta memanggil-manggil anaknya Hendra, dan kemudian ibu pingsan karena ia tak tahan membayangkan anaknya Hendra yang mati terbakar.

    Julia sangat terpukul atas kepergian kakaknya, ini akibat dari anak yang tidak mau menurut dan selalu suka berteman dengan anak-anak yang nakal akhirnya dia mati bersama dengan teman-teman yang tidak baik

    Sebab itu anak-anak kalau mencari teman harus berhati-hati karena kalau kita berteman dengan anak anak yang tidak baik, maka kita bisa terjerumus di jurang yang dalam.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles