Date:

    Share:

    ELLEN WHIT & ILMU PENGETAHUAN

    Related Articles

    Sejak awal dari gereja kita Ny. Ellen G. White telah menaruh perhatian pada anak-anak dan orang muda. Berbicara mengenai orang muda, ia menuliskan, “The Lord directed our minds to the importance of the educational work. We saw the need of schools, that our children might receive instruction free from the errors of false philosophy, that their training might be in harmony with the principles of the word of God.”(TM 27).

    Pada tahun 1884, pada tulisannya yang berjudul “Science and the Bible in Education” (ST March 20,1884), Ny. Ellen G. White memulaikan tulisannya dengan sebuah penyataannya, “The foundation of all right education is a knowledge of God.” Tidak seperti yang banyak orang tua pikirkan bahwa intelektual yang terlatih dengan baik adalah lebih penting dari pengenalan akan Allah, ia mengajak para orang tua dan guru-guru untuk menempatakan Allah sebagai yang pertama.

    Tujuan yang benar dari pendidikan, ia katakan adalah menempatkan kita untuk cocok bagi pelayanan pada Allah, tetapi setan berusaha untuk menyerang akan hal ini dengan memperkenalkan suatu pendidikan yang salah. Kemudian ia merujuk pada hal-hal ilmiah yang menempatkan teori evolusi sebagai sesuatu yang memiliki kuasa yang besar dan alam ini berjalan sesuai dengan hukum yang ditetapkan sedemikian rupa sampai-sampai Allah sendiri tidak dapat merubahnya.

    Mengenai ilmu pengetahuan alam ini, Ny. Ellen G. White menuliskan “nature is not self-acting; she is the servant of her Creator. Nature is not an inherent power that guides the planets and keeps them in position, but the hand of God. Parents and teachers, therefore, should aim to impress the young minds with the beauty of truth. They should realize that the safety of the young depends upon combining the religious culture with general education.” (ST, March 20, 1884).

    Ny. Ellen G. White menyampaikan suatu pemikiran yang mendasar dan mendominasi semua tulisan-tulisannya mengenai ilmu pengetahuan, bahwa semua ilmu pengetahuan yang benar adalah selaras dengan pekerjaan Allah. “Science opens new wonders to our view; she soars high and explores wonderful depths, but she brings nothing from her research that conflicts with divine revelation . . .
    the book of nature and the written word do not disagree, each sheds light on the other.” (ST, March 20, 1884).

    Pada tahun 1896, di General Conference, salah satu dari tanggung jawab kita, ia katakan adalah sekolah-sekolah kita bagi orang-orang muda kita. Dalam sekolah-sekolah ini para pelajar bukan hanya mempelajari kehendak Allah, tetapi juga menjangkau cabang-cabang ilmu pengetahuan yang paling tinggi untuk dapat mengerti pekerjaan Allah dengan lebih baik (GCB Oct. 1, 1896). Ia mendorong orang tua dan para pelajar untuk berusaha mencapai yang tertinggi.

    Pada tgl 18 Januari 1894, Ny. Ellen G. White menuliskan pada W. W. Prescot “All who engage in the acquisition of knowledge should aim to reach the highest round of progress. Let them advance as fast and as far as they can; let their field of study be as broad as their powers can compass” (2MR 211). Namun pada waktu yang sama dia mengingatkan bahwa mereka harus membuat Tuhan sebagai dasar kebijaksanaan mereka.

    Pada kesempatan yang lain Ny. Ellen G. White menuliskan bahwa “too often the minds of students are occupied with mens theories and speculations, falsely called science and philosophy.” (COL 25). Itu sebabnya ia mendesak para guru untuk membawa murid-murid mereka dalam hubungan yang dekat dengan alam. “Let them learn that creation and Christianity have one God. Let them be taught to see the harmony of the natural with the spiritual.” (Ibid.).

    Sehubungan dengan ilmu pengetahuan alam mengenai bumi disekolah-sekolah, Ellen G. White telah secara tegas mengamarkan untuk melawan teori-teori yang salah di kelas-kelas. Ia menuliskan “Before the theories of men of science are presented to immature students, they need to be carefully sifted from every trace of infidel suggestions.” (CT 390), ia juga menasihatkan “One tiny seed of infidelity sown by a teacher in the heart of a student may spring up and bring forth a harvest of unbelief.” (Ibid.). Bahkan buku-buku sekolah tidaklah lepas dari perhatiannya, ia juga mengamarkan “We need to guard continually against those books which contain sophistry in regard to geology and other branches of science.” (Ibid.). Ia Melihat semua ini dalam kerangka suatu pertentagan yang besar dan mengindikasikan bahwa setan adalah yang telah memulaikan teori-teori ini, itu sebabnya “Therefore, let our teachers beware lest they echo the falsehoods of the enemy of God and man.” (Ibid).

    Oleh : Pdt. Robert Walean, Jr.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles