Date:

    Share:

    DIPANGGIL UNTUK MELAYANI

    Related Articles

    Pelayanan Penarikan Jiwa adalah pekerjaan seumur hidup, ini adalah pekerjaan yang di wariskan bagi setiap umat Allah, “…setiap warga negara kerajaan Allah di panggil untuk melayani.”

    Coba kita tanyakan langsung pertanyaan-pertanyaan ini: Apa keistimewaan saya dari orang-orang lain sehingga saya di pilih sebagai umat pilihan? Apa yang menyebabkan kita berbeda dan berani mengaku bahwa kita ini adalah umat pilihan Allah?  Adakah ini karena kualifikasi dan talenta serta hikmat yang saya miliki yang saya yakin itu semuanya datang dari Allah? Untuk jawaban sekaligus pertanyaan terakhir ini saya sungguh meragukannya.

    Selama sembilan tahun saya terjun dalam pelayanan sebagai misionari, satu-satunya kata yang saya bisa pahami untuk menjawab semua pertanyaan di atas ialah “pengorbanan”.   Mengapa?  Karena ketika saya ingin hidup dengan bebas, saya diikat untuk mengorbankan masa muda saya untuk melayani orang lain yang tidak saya kenal.  Ketika saya ingin memuaskan hidup saya sendiri, saya di tuntut untuk meninggalkan itu dan berkerja untuk keselamatan orang lain.  Dan ketika saya sedang menderita, saya harus melupakan itu dan memikirkan orang lain yang lebih menderita.  Apa lagi namanya itu kalau bukan hidup yang harus berkorban?

    Pengorbanan: Inti Materi Pengajaran Yesus bagi murid-murid-Nya.
    Siapakah murid-murid ini?  Bagaimana latar belakang pendidikan dan kecakapan mereka?   Saya percaya anda tahu jawabannya dengan jelas.  Dengan ukuran yang terbaik, para guru besar di jaman-Nya memilih murid berdasarkan bakat, kemampuan otak bahkan kecakapan dalam segala hal.  Ini memberikan jaminan bagi mereka agar memiliki pewaris yang akan meneruskan nama mereka sebagai seorang “patron” yang terbaik pada zamannya.
    Tetapi Yesus justru melakukan hal yang sebaliknya.  Dia memilih murid dengan dasar pendidikan yang sangat minim.  Alhasil, murid-murid ini tidak dapat mengerti visi-Nya dengan baik, meskipun mereka telah berjalan bersama dengan-Nya tiga setengah tahun.   Bahkan merekapun tidak memenuhi target yang di minta oleh banyak pengajar injil sekarang ini, yaitu harus berbuah dulu baru di baptiskan.  Tapi benarkah demikian?  Saudaraku, meskipun murid-murid tidak sepenuhnya mengerti visi dan misi Yesus selama berada di dunia ini, namun mengenal kebiasaan Yesus dan tidak asing dengan semua sifat dan keinginan Yesus bagi semua orang tersebut selama tiga setengah tahun mereka makan, tidur, bercanda dan menderita bersama dengan-Nya.

    Mereka juga tidak asing dengan derita pekerjaan Yesus yang mereka telah jalani selama tiga setengah tahun, di mana mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka dan pergi mengembara dari kota yang satu ke kota yang lain hanya untuk mengabarkan injil kepada orang-orang yang tidak mereka kenal, bahkan dengan ancaman maut sekalipun.  Kelemahan ini adalah merupakan  bagian terpenting yang di inginkan oleh Yesus agar mereka boleh tunjukkan, karena dari situlah Yesus mau mereka memulaikan perjuangan mereka menuju kepada kemenangan.

    Kita melihat ada banyak janji yang di berikan bagi mereka, namun akhir dari semua kesempatan istimewa berjalan bersama dengan Tuhan itu, ternyata hanyalah perintah sederhana untuk peduli terhadap orang lain saja yang terangkum dalam kata: ‘Pergilah’ dan ‘jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Matius 28:18-20).  Bukankah itu artinya bahwa merekapun harus meneruskan pekerjaan pengorbanan itu?.

    Pengorbanan: Akar Pelayanan Yang Berbuah Banyak
    Inilah yang membedakan para murid ini dengan orang lain.  Inilah yang membuat mereka layak di sebut murid-murid dari sang Guru Agung tersebut. Meskipun Yesus mengetahui dengan jelas ketidakmampuan mereka dan kekurangan mereka dalam pengetahuan, tapi itu tidak membatalkan kehendak-Nya untuk memilih mereka.  Justru dalam ketidak-siapan mereka itulah maka Dia menyuruh mereka tinggal di Yerusalem sampai mereka di perlengkapi kuasa Roh Kudus (Kis. 1:4-5; 2:1-4).  Adanya kuasa ini tidaklah merubah mereka seketika itu juga sehingga mereka menjadi berani dan tahu segala sesuatu,  melainkan kuasa itu justru “mendewasakan” dan “mematangkan” sifat rela untuk berkorban yang telah mereka perkembangkan selama mereka tempuh dalam bimbingan guru besar mereka, yaitu Yesus Kristus.

    Hasilnya ialah mereka berbuah banyak. Kehidupan mereka selanjutnya yang penuh pengorbanan menjadi contoh bagi orang lain untuk juga meniru apa yang telah mereka warisi  dari pengorbanan yang Yesus telah tunjukkan selama tiga setengah tahun itu.  Dengan adanya kerelaan ini, barulah kuasa Roh Kudus dapat mengerjakan segala sesuatu dalam hidup mereka.  Ini berbuah saat Petrus tidak segan-segan mengatakan: “…apa yang ku punya, ku berikan padamu…” (Kisah 3:6), ini menjadi bukti saat Stevanus dengan rela dan lapang hati menanggung semua kesalahan para penganiaya tersebut dan dengan tiada keraguan berseru: “…Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka…” (Kisah 7:60).

    Inilah metode yang tak dapat di tandingi oleh unsur manapun di dunia ini, bahkan oleh raja segenap penipu sekalipun. Inilah satu-satunya metode penginjilan yang akan berbuah banyak dan akan berkembang tanpa rasa berat di hati semua orang.  Dan inilah satu-satunya metode yang tak dapat membatalkan pencurahan kuasa Roh Hujan akhir.

    Pengorbanan: Buah dari Roh Kudus.
    Melihat pengalaman Rasul Paulus, saya lebih mengerti tatkala Rasul Paulus mengatakan “…Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…”.  Ini tidak di ucapkan semata-mata untuk menyenangkan pembaca saja, tapi Paulus sedang menunjukkan bagaimana pekerjaan Kristus yang penuh “pengorbanan” itu telah berbuah dalam kehidupan-Nya sehingga Dia rela membiarkan diri-Nya di salibkan, bukan untuk kepentingan sendiri, tapi untuk kepentingan orang lain.  Hal ini juga di wariskan kepada setiap orang yang telah mengenal Yesus secara pribadi sehingga Roh Kristus itu dapat berbuah dalam diri mereka.  Seperti juga Paulus, dan murid-murid Kristus sejati yang lainnya, telah berbuah lebat oleh pekerjaan Roh Kudus. Amen.

    Oleh Pdt. Stenly Karwur

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles