Date:

    Share:

    BUSUR ALLAH

    Related Articles

    Pernakah kalian melihat sebuah busur? Busur atau pelangi disebabkan pemisahan dan pemantulan sinar-sinar terang, dan titik-titik hujan bertindak sebagai lensa-lensa yang memisahkan sinar-sinar dan awan-awan itu sehingga merupakan cermin-cermin yang memantulkan beraneka warna. Hal yang luar biasa ajaibnya ini dipilih Allah untuk menetapkan janjiNya dengan bumi. Kejadian 9:13-15.

    Busur di dalam Alkitab pernah diberikan oleh Allah kepada keluarga Nuh pada saat setalah air bah. Tahukah kalian hal pertama yang Nuh Lakukan ketika ia dan keluarganya keluar dari bahtera? Ia membuat persembahan atau pemberian kepada Allah. Kalian dapat lihat Nuh sedang melakukan hal ini dalam gambar di bawah. Nuh mempersembahkan pemberian binatang untuk berterima kasih kepada Allah karena menyelamatkan keluarganya dari air bah.

    Apakah kalian pikir Allah senang dengan pemberian ini? Ya, memang. Oleh karena itu, Ia berjanji kepada Nuh bahwa Ia tidak akan pernah lagi membinasakan dunia dengan air bah.

    Tidak lama kemudian tanah pun kering, dan Nuh beserta keluarganya mulai dengan kehidupan yang baru di luar bahtera. Allah memberkati mereka dan berkata, ’Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.’

    Tetapi kemudian hari, jika orang-orang akan mendengar tentang air bah, mungkin mereka kuatir bahwa akan terjadi lagi banjir seperti itu. Maka Allah memberikan sesuatu yang akan mengingatkan orang akan janji-Nya untuk tidak pernah lagi membuat banjir di seluruh bumi. Tahukah kalian apa yang Ia berikan untuk mengingatkan mereka? Sebuah pelangi. Ya…sebuah pelangi!

    Inilah yang Allah katakan: ’Aku berjanji bahwa tidak pernah akan ada lagi air bah untuk memusnahkan manusia dan binatang. Kutaruh pelangi di awan. Dan apabila pelangi muncul, Aku akan melihatnya dan mengingat perjanjian-Ku.’
    Jadi jika kalian melihat sebuah pelangi, hendaknya hal itu mengingatkanmu tentang apa? Ya, janji Allah bahwa Ia tidak pernah lagi akan memusnahkan bumi dengan air bah.

    Oleh : Max Kaway

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles