Date:

    Share:

    Buah Sulung Rumah Peduli Agape Surabaya

    Related Articles

    Tangan dingin Berthy YR Mawu dalam memimpin Rumah Peduli Agape membuahkan hasil buah sulung bagi Tuhan 2 dari 3 jiwa bagi Tuhan yang dibaptiskan sebagai hasil Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) “Tantangan Umat Allah Di Akhir Zaman” berasal dari Rumah Peduli Agape, tak pelak Agape “pecah telor” di Surabaya. Bukan hanya mengasuh orang-orang tua tapi jiwa menjadi pintu gerbang keselamatan bagi jiwa-jiwa baru, sesuai dengan target awal pada waktu didirikan dulu.

    Rumah Peduli Agape bernaung dibawah Yayasan Rumah Peduli Agape yang digawangi oleh beberapa element, ketua pembina : Erick Reginald Tahalele, anggota pembina : Suprihatin, Setiawan. Ketua pengawas : Eddy Mawu, anggota – anggota : Dony Kalitouw, Welly Angkuw, Yan Pandi, Pdt. Dale Sompotan, dan pengurus : Berthy YR Mawu (Ketua), Susana Monalisa Dwaa (Sekretaris), Marthini Manopo (Bendahara). Saat ini mengasuh 7 orang anggota lansia, terdiri dari 2 laki-laki dan 5 perempuan. Saat ini masih sementara berkembang dan mencari perawat untuk bekerja penuh waktu mengasuh para lansia.

    Baptisan sendiri dilaksanakan pada hari Sabat, 30 Maret 2019 di GMAHK Jemaat Tanjung Perak Surabaya dimana Rumah Peduli Agape berada di Jl. Teluk Kumai Barat 2 Surabaya. Sekaligus menutup rangkaian Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diselenggarakan pada 27-30 Maret 2019 yang digagas dan disponsori oleh GMAHK Tanjung Perak, KJKT, HLM dan Erick Reginald Tahalele yang juga tampil sebagai pembicara KKR bersama Pdt. Dale Sompotan dan istri. “Puji Tuhan atas jiwa – jiwa yang baru saja dibaptiskan, terbukti KKR ini berhasil dan ada 3 jiwa : Tamara Monique Panjaitan, Lie Rusli Handoko, Minarsih Hartanto. Spektakuler diberkati Tuhan KKR ini diselenggarakan di Hotel Arcadia Surabaya, tamu undangan membludak, dihadiri oleh penyanyi Andre Hehanusa namun kembali yang terpenting ada 3 jiwa yang dimenangkan pada Tuhan, masih ada jiwa jiwa lain yang belum sempat di baptis dalam KKR ini.” Demikian laporan ketua Panitia James Soplanit.

    Yang menarik 2 jiwa dari Agape tersebut, yaitu Lie Rusli Handoko dan Minarsih Hartanto, suami istri yang menghuni Agape sejak Desember tahun lalu, diambil dari sebuah penginapan karena sudah tidak bisa membayar penginapan lalu dimasukan ke Rumah Peduli Agape, murni memberikan pertolongan, kedua orang tanpa identitas dan hanya dibekali telp dari anak mereka yang meminta bantuan untuk merawat orang tuanya. Akhirnya mereka masuk ke Agape, waktu berjalan anak mereka tidak pernah datang sehingga pengurus bertanya-tanya siapa kedua orang ini, akhirnya pada waktu 10 hari berdoa, tepat pada hari kelima Jemaat berdoa meminta konfirmasi Tuhan lewat siapa saja yang tahu asal usul dari kedua orang ini, Puji Tuhan, konfirmasi datang dari Kel. Andries Kalumata yang walaupun sudah beberapa minggu bertemu di gereja tapi belum dibukakan Tuhan. Anggota jemaat Perak, sekaligus tua – tua Jemaat Andries Kalumata 30 tahun yang lalu pernah berbisnis dengan Lie Rusli Handoko yang akrab di panggil Hanko bahkan Hanko pernah membantu Andries 1 juta rupiah untuk membeli sepeda motor diwaktu itu, pada malam rabu hari ke 5 rangkaian 10 hari berdoa terjawab doa jemaat Tuhan berikan konfirmasi dari orang dalam sendiri siapa mereka yang baru bergabung di Agape ini. Lewat Andries Kalumata dihubungkan dengan kerabat mereka yang akan di Makassar dan bahkan sudah ke Makasar untuk bertemu langsung, Dalam keadaan yang sulit dipercaya orang yang dulunya sangat sukses menjadi pengusaha besar sekarang jatuh susah tapi justru ada sukacita bisa bertemu Yesus di Agape. God is good, all the time.

    Previous articleI M A N U E L
    Next articleQ & A

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles