Date:

    Share:

    ALAM TAK DAPAT DILAWAN, BANGKITLAH!

    Related Articles

    Bencana Alam yang terjadi di Sentani, Papua beberapa pekan silam, menyatakan bahwa “alam tidak dapat dilawan”. Bencana bisa terjadi tanpa adanya tanda-tanda alam sebelumnya. Hujan deras merupakan hal biasa terjadi di seantero dunia ini, bila memang sudah musim penghujan.  Tapi siapa nanya, siapa sangka hujan yang dianggap biasa oleh penduduk setempat, tiba-tiba berobah menjadi bencana yang sama sekali tidak disangka-sangka oleh warga sekitar,  termasuk warga SLA Doyobaru dan Adventist Aviation Indonesia (AAI). Derasnya terjangan air yang membuat jalan dan pekarangan seperti sungai tidak dapat lagi dikendalikan oleh  usaha tangan manusia.

    Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian bencana alam terjadi akibat ulah manusia merusak alam sekitar misalnya dengan menebang sembarangan pohon di sekitar aliran sungai, menambang secara liar tebing-tebing, mengakibatkan air hujan tidak lagi meresap ke dalam tanah, tetapi langsung meluncur ke sungai.  Keserakahan manusia, dan biasanya dari pencari keuntungan sepihak mengakibatkan rusaknya alam.

    Bencana alam sudah terjadi sejak dunia jatuh ke dalam dosa.  Bencana alam menelan banyak korban baik materi maupun jiwa manusia.  Bahkan Alkitab mencatat, bagaimana Ayub seorang yang saleh dan jujur, takut  kepada Tuhan dan menjauhi kejahatan, tidak luput dari bencana.  Kabar buruk datang kepada Ayub bahwa api turun dari langit dan menyambar ternak yang sedang digembalakan di padang, selain sebelumnya sudah dirampok oleh orang-orang Syeba dan orang Kasdim.  Bahkan anak-anak Ayub dan yang sedang berpesta di rumah yang sulung, tiba-tiba angin ribut melanda rumah tersebut meluluhlantakan bangunan tersebut termasuk jatuhnya korban dari mereka yang sedang berpesata di situ.  Duka dan kesedihan melingkupi Ayub dan istrinya, sehingga istrinya kecewa berat sehingga meminta suaminya tidak lagi percaya kepada Tuhan. Namun Ayub tetap tegar, walaupun secara manusia bisa seperti istrinya. Kelebihan Ayub ialah tetap teguh percaya kepada kekuasaan Tuhan.

    Adapun bencana yang terjadi di Sentani dan di kompleks di mana sekolah dan pelayanan pekerjaan Tuhan dijalankan   merupakah bencana alam murni, dan yang harus kita syukuri bahwa walaupun terjadi kerugian materi yang luar biasa banyaknya dan kemudiaan ada satu anak Tuhan yang bekerja di AAI meninggal setelah menjalani operasi di RS, namun komplek kembali bisa difungsikan sebagian setelah semua warga kampus dan komplek AAI bekerja keras membersihkan dan memperbaiki dan dengan bantuan pemerintah.

    Karena itu saudaraku warga yang tertimpa bencana, jangan larut dalam kesedihan, bangkitlah, kerjakanlah yang sudah bisa dikerjakan.  Bagi pencinta BAIT yang diberkati Tuhan, marilah kita membantu saudara-saudara kita yang sedang kemalangan, melalui doa dan materi sesuai berkat yang kita terima dari Tuhan.

    Tuhan memberkati

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Popular Articles